Trump berpaling dari Perjanjian Iklim Paris, Greenpeace : Ini keputusan buruk

1
306
Aktivis lingkungan memprotes Presiden Amerika Serikat, Donald Trump terkait Kesepakatan Iklim Paris. Foto : David Mizoeff/PA

AMSTERDAM, TERKINI.COM TERKINI.COM – Terhadap keputusan Trump yang memutuskan keluar dari Perjanjian Iklim Paris, Greenpeace Internasional berpandangan bahwa hal tersebut akan melemahkan posisi kepemimpinan global AS, dan akan merugikan AS dalam mengambil manfaat ekonomi dari transisi menuju energi bersih.

Direktur Eksekutif Greenpeace Internasional, Jennifer Morgan, mengatakan, keluar dari Perjanjian Paris akan mengubah Amerika dari pemimpin iklim global menjadi bagian masyarakat terbelakang di bumi ini.

“Ini adalah keputusan yang buruk secara moral yang Trump akan sesali. Aksi iklim global bukanlah sebuah debat hukum atau politik, ini adalah kewajiban yang tak terhindarkan untuk melindungi manusia dan planet.”ujarnya.

Menurut Jennifer, Trump menyerahkan kepemimpinan global AS kepada para pemimpin dunia nyata yang memanfaatkan momentum untuk melindungi negara mereka dan iklim dengan mengubah ekonomi mereka ke energi bersih.

“Kami menyaksikan terjadinya goncangan seismik dalam tatanan global di mana Eropa, China dan lainnya memimpin jalan ke depan,”tuturnya.

Diungkapkan, hampir 200 negara berkomitmen untuk melakukan aksi iklim di Paris dan hanya satu yang memutuskan untuk mundur. Ini mencerminkan seberapa jauh langkah mundur Trump dengan seluruh dunia. Ini adalah perubahan “pengawal dunia” saat AS mengundurkan diri, para pemimpin dunia, CEO dan orang-orang di seluruh dunia terus maju ke depan.

Sementara Direktur Eksekutif Greenpeace Asia Tenggara Yeb Saño yang turut mengomentari penguduran Amerika dari Perjanjian Paris mengatakan, kebijakan Trump tersebut, akan ditulis dalam sejarah sebagai hari di mana AS, di bawah pemerintahan Presiden Trump, berpaling dari mereka yang membutuhkan kepemimpinan, ambisi dan simpati.

“Kami di Asia Tenggara berada di garis depan perubahan iklim dan akan menjaga agar para pencemar bertanggung jawab atas penderitaan dan ketidakadilan akibat pemanasan global yang telah menimpa masyarakat kita. Kami tidak akan sendirian. Komunitas global akan mengambil tindakan, dan sudah mengambil tindakan, dengan atau tanpa pemerintah AS.”tuturnya melalui keterangan tertulisnya yang diterima Terkini.com ( 02/06/2017).

Hal serupa juga disampaikan, staf senior untuk kebijakan global Greenpeace Asia Timur Li Shuo. Ia mengatakan, Presiden Trump membawa pemerintahannya ke arah yang berlawanan dengan negara-negara lain di dunia. Sementara China membatalkan pembangkit listrik tenaga batubara, Trump justru membatalkan aksi untuk mengatasi perubahan iklim.”

“Upaya Trump untuk menyabotase transisi global ke masa depan energi bersih yang lebih aman tidak akan berhasil. Ini hanya akan menyudutkan AS dan sekarang China mendapatkan kesempatan untuk menuai keuntungan ekonomi dari keluarnya Amerika.”ujarnya. (TC)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY