Tragedi Mapala, kekerasan dalam dunia pendidikan harus diputus

0
284
Ilustrasi pendaki gunung. Foto : Marwan Azis/Terkini.com

JAKARTA, TERKINI.COM- Tragedi di dunia pendidikan kembali terjadi. Tiga mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) tewas usai melakukan pendidikan dasar Diklatsar The Grand Camping (TGC) Mapala.

Menyikapi hal tersebut, anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi NasDem, Yayuk Sri Rahayuningsih menyatakan, bagaimana pun caranya, persoalan kekerasan dalam lingkungan pendidikan harus di putus mata-rantainya.

“Ini harus diputus mata rantainya. Yang senior itu sepertinya balas dendam. Karena dulu mereka juga diperlakukan seperti itu, ini harus dilarang,” tegasnya kepada Terkini.com (27/01/2017).

Selain mencegah agar tidak terjadi balas dendam antar senior dengan juniornya, pemerintah, menurutnya, harus menindak lanjuti kekerasan dalam dunia pendidikan ini dengan melarang berbagai kegiatan dalam institusi pendidikan tersebut.

“Pemerintah harusnya menindaklanjutinya dengan melarang berbagai kegiatan di instansi itu,” tegasnya lagi.

Legislator NasDem Dapil Jawa Timur VII meminta kepada Kemenristekdikti, agar semua jenjang pendidikan tinggi untuk ditertibkan lagi kurikulumnya. Terutama yang berkaitan dengan hukuman-hukuman fisik. Jika tidak, sambung dia, terjadinya kekerasan akan berulang.

Yayuk juga berpandangan, masalah seperti ini terus terjadi, bisa jadi karena dampak dari tidak satu atapnya dunia pendidikan.

“Perlu dipikirkan lagi semua jenjang pendidikan, dari TK hingga PT agar dikembalikan ke satu atap saja, yaitu di bawah tanggungjawab Mendikbud,” cetusnya.(TC)

LEAVE A REPLY