Tim PAHAM: Kekerasan Terhadap Etnis Rohingya Itu Nyata

0
75
Para Pengungsi Menunjukkan Bekas Luka kepada Ali Wiji Edhi (Kanan).
JAKARTA, TERKINI.CO- Kekerasan dan pembantaian yang terjadi
di Myanmar terjadi nyata, itu fakta yang diperoleh Tim PAHAM Indonesia saat
melakukan assasment kepada para pengungsi Rohingya di Langsa, Lhoksomawe,
Bayyin dan Aceh Utara. 
Hal itu disampaikan oleh Ali Wiji Edhi, Wasekjend PAHAM
Indonesia yang memimpin tim asassmen di lapangan. 
“Semua pengungsi menceritakan
kejadian kekerasan dan pembantaian yang terjadi di Myanmar, dari 600 orang
lebih yang telah kita interview, tak ada satu pun yang membantah adanya upaya
etnis cleansing. Para pengungsi dari Myanmar ini rata-rata berasal dari Sittwe
dan Maungdaw, namun bukan berasal dari kota, mereka ini orang pinggiran”. Terang
aktifis kemanusiaan dari PAHAM Indonesia tersebut.
Secara detail para pengungsi Rohingya menceritakan bagaimana
mereka bisa sampai ke Aceh, bila mereka diperlakukan baik di kampungnya tak akan
mau terkatung-katung di lautan. 
“Menurut cerita mereka, yang melakukan
pembakaran rumah adalah kelompok 969. Setelah keluar rumah mereka diusir oleh
polisi dan tentara yang ternyata ada dibelakang barisan kelompok tersebut. Yang
mereka bisa lakukan hanya menyelamatkan diri ke laut, bila tidak mereka bisa
terbunuh. Bahkan beberapa diantaranya pura-pura mati untuk menyelamatkan diri.”
Uangkap Ali menguraikan data yang diperoleh dari interview para pengungsi
Rohingya.
Oleh karenanya, Ali sangat menyayangkan apabila ada
yang menyampaikan bahwa di Myanmar tidak ada kekerasan ataupun konflik.
 “Tentunya
masyarakat jangan sampai diberikan informasi yang tidak benar, yang mengakibatkan
pandangan negatif pada pengungsi. Oleh karenanya, selain menyalurkan bantuan
dari pada donatur, kami juga melakukan asassment untuk memberikan rekomendasi
pola pengelolaan terbaik untuk para pegungsi tersebut”, pungkasnya (Wan)

LEAVE A REPLY