Tanam pohon serentak, Indonesia raih rekor dunia

0
117

TUBAN, TERKINI.COM- Indonesia kembali mendapat pengakuan internasional terhadap upaya menjaga kelestarian lingkungan. Apresiasi diperoleh dari Guinness World Record (GWR) atas partisipasinya dalam pemecahan rekor dunia penanaman pohon secara serentak.

Sebanyak 232.647 batang pohon jati dan kaliandra berhasil ditanam oleh 6.500 petani (masyarakat dan Koperasi Produsen Anugrah Bumi Hijau/KOPRABUH), dalam kurun waktu yang singkat yaitu 60 menit di Tuban, Jawa Tengah (28/11/2016). Jumlah ini mengalahkan rekor sebelumnya yaitu sebanyak 223.000 batang oleh Negara Filipina.

Dalam sambutan resmi penyerahan Sertifikat Penghargaan Guinness World Record  di Manggala Wanabakti tanggal 12 Januari 2017, Menteri Siti Nurbaya menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang mendukung penanaman tersebut, dan dari kegiatan ini perlu ditindaklanjuti dengan asistensi yang kuat kepada masyarakat, serta replikasi kegiatan serupa untuk wilayah di luar Jawa.

Komitmen Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam memulihkan kondisi Daerah Aliran Sungai (DAS) diimplementasikan secara konsisten melalui agenda rutin tahunan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI).  Saat ini terdapat 450 DAS yang sangat penting keberadaannya sebagai suatu kesatuan kawasan pengelolaan, yang juga berfungsi sebagai daerah tangkapan air (siklus hidrologi) untuk mendukung ketersediaan air baik secara kuantitas, kualitas dan kontinuitasnya bagi masyarakat.

Direktur Jenderal PDAS HL, Dr. Hilman Nugroho, menambahkan kegiatan penanaman ini perlu ditindaklanjuti dengan pemeliharaan dan evaluasi untuk memastikan pohon-pohon tersebut benar-benar tumbuh. Menanam pohon juga merupakan bentuk peran serta masyarakat dalam upaya mencegah bencana banjir dan kekeringan. Dari penanaman ini, diharapkan ke depannya, dapat dikembangkan hutan rakyat dan industri biomassa untuk menambah nilai ekonomi masayarakat, serta penyerapan tenaga kerja di Indonesia.

Kegiatan penanaman ini tidak hanya melibatkan para petani, namun juga koperasi dan para pelajar generasi muda, sehingga masyarakat dapat merasakan langsung manfaat program Kementerian LHK.

Sinergitas antar isu lintas bidang perlu dibangun yaitu terkait pengelolaan daerah aliran sungai, perhutanan sosial, dan perubahan iklim. Dalam kaitannya dengan perubahan iklim, penanaman ini merupakan wujud nyata komitmen dan implementasi pemerintah Indonesia terhadap Paris Agreement.

“Penghargaan ini harus menjadi motivator bagi kita dan kita perlu menyikapi secara obyektif penilaian dari luar. Lakukan implementasi program sebanyak-banyaknya dan jangan pernah berhenti mengukir prestasi”, ucap Menteri Siti Nurbaya.(TC)

LEAVE A REPLY