Tak setuju Pulau Morotai dikelola Jepang, Sultan Tidore surati Jokowi

0
446
Sultan Tiode. Foto : Picssr/Flickr

TIDORE, TERKINI.COM- Sultan Tidore, Husain Sjah melayangkan surat terbuka kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait rencana Jepang mengelola Pulau Morotai.

Sultan Tidore mempertanyakan apakah rencana kerja sama dengan Jepang itu sudah direncakan dengan matang dengan melibatkan Pemerintah Maluku Utara.

“Jika belum, maka atas nama Allah dan bangsa Indonesia yang saya cintai, mohon kiranya yang Mulia (Jokowi) mengkaji ulang bentuk kerjasama tersebut. Kegelisahan kami ini, adalah untuk kemaslahatan kita bersama dan anak cucu kita di kemudian hari,” kata Sultan Tidore, Husain Sjah dalam suratnya.

Keindahan Pulau Morotai. Foto : Liputan6.com

Surat tersebut juga merupakan respon Sultan Tidore atas pernyataan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mempersilakan Jepang mengelola dan menamai pulau di Indonesia jika ingin menggunakannya untuk investasi. Luhut mengatakan, Jepang berminat untuk menjadikan Pulau Morotai, Sulawesi Utara, sebagai elderly atau kampung lansia Jepang.

Berikut ini surat terbuka Sultan Tidore Husain Sjah ke Presiden Jokowi yang diterima Terkini.com (16/01/2017).

SURAT SULTAN TIDORE KEPADA YANG MULIA BAPAK PRESIDEN JOKO WIDODO
 
Kepada Yth
Presiden RI
Ir. Joko Widodo
 
Assalamualaikum wr.wb.
 
Dalam menulis warkatul ikhlas ini, saya berharap semoga Allah ajja wajallah memberikan kesehatan dan keafiatan kepada Yang Mulia sehingga dapat menunaikan tugas dan tanggung jawab sebagai kepala negara dengan sebaik baiknya sesuai dengan sumpah yg pernah Yang Mulia ucapkan pada saat dilantik menjadi Presiden RI.
 
Mohon maaf yang Mulia, sudi kiranya bisa mendengar dan menyikapi apa-apa yg mengusik hati kami di Propinsi Maluku Utara. Semalam tgl 15 Januari 2017 saya mendapat informasi lewat siaran di salah satu tv swasta yg memberitakan bahwa yang Mulia telah melakukan kerjasama dengan Negara tetangga Jepang utk mengelola Pulau Morotai.
 
Andaikan berita itu benar maka saya ingin bertanya kepada Yang Mulia, apakah kerjasama yang Mulia lakukan itu telah melalui pertimbangan yang menyeluruh? Baik dari sisi ekonomi, politik dan budaya, pertahanan keamanan serta harkat dan martabat bangsa? Dan, apakah dlm kerjasama tsb yang Mulia telah melibatkan pemerintah Morotai dan masyarakat pulau Morotai sebagai pemilik sah pulau tersebut? Sungguh saya sedih kalau penduduk dan pemilik syah pulau morotai tidak dilibatkan.
 
Jika pertanyaan diatas sudah yang Mulia lakukan, maka sebagai anak kandung dari negeri Maluku Kie Raha memohon kehadapan yang Mulia sudi kiranya yang Mulia bisa secara transparan menunjukan itu kehadapan kami masyarakat Maluku Utara dan lebih khusus lagi masyarakat pulau Morotai. Kenapa ini penting bagi kami? Jawabannya karena pulau Morotai mempunyai sejarah yg sangat penting bagi bangsa Indonesia dan bahkan dunia. Hal lain agar tidak menimbulkan fitnah dan kemudratan dikemudian hari.
 
Jika sekiranya hal hal yang saya sampaikan diatas belum terpenuhi semuanya, maka atas nama Allah dan Bangsa Indonesia yang saya cintai mohon kiranya yang Mulia mengkaji ulang bentuk kerjasama tersebut. Kegelisahan kami ini, adalah untuk kemaslahatan kita bersama dan anak cucu kita dikemudian hari.
 
Dari keraton Kesultanan Tidore, kami ingin Rumah NKRI ini dapat Yang Mulia dan kami jaga dan rawat secara bersama sama sehingga semuanya merasa betah dan nyaman tinggal didalamnya.
 
Akhirnya kepada Sang Pencipta Al Khalik saya berharap kiranya yang Mulia bapak Presiden Joko Widodo di berikan kearifan dan ketajaman matahati utk membawa bahtra Indonesia yg berisi ratusan juta hamba Allah ini ke pulau harapan yng kita dambakan bersama, baldatun tayyibatun wa Rabbun Gafuuur.
 
Hormat kami
Sultan Tidore
 
Husain Sjah

 

LEAVE A REPLY