Proses Sosialisasi Pilkada Belum Menyentuh Hal-Hal Substansif

0
85
JAKARTA, TERKINI.CO- Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
(LIPI) Siti Zuhro menyatakan bahwa sosialisasi yang selama ini dilakukan
oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam persiapan penyelenggaraan
Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang rencananya akan digelar pada 9
Desember 2015 mendatang belum menyentuh hal-hal substansif.
“Sosialisasi
Pilkada Massif, tapi tidak edukatif. Terutama untuk masyarakat lokal
hanya sosialisasi tanggal-tanggal saja,” kata Siti Zuhro saat menjadi
pembicara di acara Focus Group Discussion (FGD) Fraksi Partai Keadilan
Sejahtera (PKS), di ruang Pleno Fraksi PKS DPR, Kompleks Parlemen
Senayan, Jakarta (17/6).
Bahkan,
dari penentuan tanggal saja, lanjut Siti Zuhro, memunculkan penentangan
dari masyarakat. “Misalnya masyarakat Papua, menolak Pilkada karena
Bulan Desember bertepatan dengan bulan Hari Natal,” ujar Siti Zuhro.
Meski
begitu, Komisioner KPU Sigit Pamungkas menegaskan bahwa di luar
kompleksitas persoalan yang ada, KPU telah siap menyelenggarakan
Pilkada, baik dari segi Sumber Daya Manusia (SDM), anggaran, maupun dari
regulasi. “Dari ketiga hal tersebut, KPU telah siap 90%, termasuk
penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah di 26 Kabupaten/Kota dan 9
Provinsi,” kata Sigit.
Menyikapi
hal itu, Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI Aboebakar Al-Habsyi mengatakan
agar Pilkada berjalan sesuai yang diharapkan, perlu dilakukan penajaman
materi melalui revisi UU Pilkada Nomor 8 Tahun 2015 tersebut. “Agar
adanya jaminan secara politis untuk memastikan bahwa proses demokrasi
Indonesia berjalan dengan baik dengan melibatkan seluruh komponen untuk
berpartisipasi,” ujarnya.
Turut
hadir sebagai pembicara dalam diskusi yang bertajuk “Pro Kontra Revisi
UU Pilkada” itu, Wakil Ketua Komisi II DPR RI Mustafa Kamal dan Pakar
Hukum Tata Negara Andi Irmanputra Sidin.(WAN)
 

LEAVE A REPLY