Perdana Menteri Palestina Mengundurkan Diri

0
108
Perdana Menteri Palestina Rami Hamdallah. Foto : MI/PANCA SYURKANI

RAMALLAH, TERKINI.CO – Pemerintahan kesatuan
Palestina, Rabu, mengundurkan diri dalam keretakan yang kian dalam
dengan Gaza sementara penguasa yang diakui di wilayah terblokade itu,
Hamas, secara terpisah melangsungkan perundingan langsung dengan Israel.

Seorang pembantu presiden Mahmud Abbas mengatakan Perdana Menteri
Rami Hamdallah “menyerahkan pengunduran dirinya kepada Abbas dan Abbas
memerintahkan dirinya untuk membentuk sebuah pemerintahan baru,” lapor
AFP.

Perundingan untuk membentuk pemerintah baru akan termasuk
pembicaraan dengan berbagai kelompok politik Palestina, termasuk Hamas,
kata pembantu sang presiden, Nimr Hammad.

Pemerintahan beranggotakan para teknokrat itu dibentuk tahun lalu
untuk menggantikan pemerintahan saingan di Gaza dan Tepi Barat.

“Pemerintah akan terus menjalankan fungsinya sampai kita memiliki
(pemerintahan yang baru),” kata pejabat Organisasi Pembebasan Palestina
sebelum adanya pengunduran diri secara resmi.

“Menurut saya, apa yang terjadi sekarang adalah pembentukan sebuah
pemerintahan yang diisi para politisi, bukan pemerintahan para
teknokrat.”

Para pejabat mengatakan langkah itu telah dibicarakan selama
beberapa bulan karena ketidakmampuan kabinet untuk menjalankan tugas di
Jalur Gaza, yang didominasi Hamas.

Namun, Hamas menolak pembubaran sepihak pemerintahan kesatuan dan mengatakan pihaknya tidak pernah diajak bicara.

“Hamas menolak perubahan sepihak di pemerintahan tanpa persetujuan
semua pihak,” kata juru bicara Sami Abu Zuhri kepada AFP.

“Tidak ada yang mengatakan apapun tentang keputusan untuk melakukan
perubahan dan tidak ada orang yang berbicara dengan kami tentang
perubahan pada pemerintahan kesatuan.”

Pejabat tinggi Hamas Ziad al-Zaza, memberikan pesan lebih berdamai,
dengan menyeru Abbas “untuk membentuk pemerintahan kesatuan dengan
semua faksi nasional dan Islamis untuk menghadapi pendudukan Israel.”

Riyad al-Maliki, menteri luar negeri pada pemerintahan yang akan
berakhir, mengatakan “perdana menteri selalu ingin memasukkan
menteri-menteri baru.

“Pada akhirnya, (hal itu) tidak akan mengubah sikap kita terkait
perdamaian dan komitmen kita menuju perdamaian dengan Israel, tanggung
jawab kita secara regional dan internasional dalam memerangi terorisme,”
ujarnya saat melakukan kunjungan ke Praha.

Langkah itu dilakukan pada saat yang kritis, dengan sumber-sumber
di kalangan Hamas mengatakan pihaknya sedang melakukan pembicaraan
terpisah secara langsung dengan Israel menyangkut upaya untuk mengatur
terwujudnya gencatan senjata tak resmi, yang mulai berlaku sejak Agustus
lalu dan mengakhiri perang 50 hari di Gaza.

Tidak jelas apakah langkah Abbas untuk membubarkan pemerintahan
memiliki kaitan dengan perundingan-perundingan tersebut, namun pejabat
PLO mengatakan ia yakin bahwa pembicaraan memegang peranan.(AFP/Ant)

LEAVE A REPLY