Pemerintah didesak stabilkan harga cabai

0
144
Penjual cabai. Foto : epetani.pertanian.go.id

JAKARTA, TERKINI.COM-Pimpinan DPR RI bersama Pimpinan Komisi IV DPR RI mendesak Pemerintah Jokowi segera stabilkan harga cabai.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, DR.Herman Khaeron mengatakan harus ada intervensi dari pemerintah agar harga cabai rawit merah bisa segera kembali normal. “Ini harus ada stimulus dan instrumen dari pemerintah untuk membantu agar harga bisa segera turun,” kata Herman.

Tingginya harga cabai rawit merah lanjut Herman, telah merugikan pedagang. Sebab, para pedagang tidak mampu lagi menjual komoditas itu dalam jumlah seperti sediakala. “Pedagan cabai ini kan tidak mampu lagi mejual dagangannya dalam jumlah sebelumnya, karena para konsumen seperti rumah-rumah makan padang, rumah tangga, sudah mengurangi penggunaan cabai jenis itu secara signifikan,”kata alumnus HMI ini saat melakukan sidak ke pasar induk Kramat Jati, Jakarta Timur bersama Pimpinan DPR RI.

Sidak tersebut bertujuan menyerap informasi di lapangan atas kondisi carut-marut pengelolaan distribusi hasil pertanian, sebagai penyebab melambungnya harga cabai saat ini.

”DPR berharap, naik turunnya harga cabai ini jangan sampai ini menjadi isu yang besar. Karena ini hanya sifatnya sementara kita tidak boleh menyalahkan cuaca, karena kehendak Allah SWT, akan tetapi kita bersykur ,” ujar Ketua DPR Setya Novanto di pasar Kramat Jati, Kamis (12/01/2017)

Setnov pun meminta pada pimpinan komisi IV , juga ketua badan legislasi, untuk mendorong pemerintah agar segera merealisasikan badan pangan nasional, untuk menjamin terpenuhinya stok pangan bagi masyarakat.

”Ini kan undang-undangnya sudah ada. DPR ingin Pemerintah lewat lembaga badan pangan nasional ini supaya bisa mengatur distribusi -distribusi , agar jangan sampai menguntungkan tengkulak, tetapi kita menguntungkan para petani . Nah ini saya bersukur bisa pagi -pagi datang ke sini, ” tegasnya.

Dalam kesempatan itu Novanto berharap tingginya harga cabai rawit merah tidak bertahan lebih lama lagi. Sebab, tingginya harga komoditas hortikultura itu cukup memberatkan warga masyarakat yang menjadi konsumennya. “Semoga ini hanya sementara,” lanjut Novanto.

Novanto mengimbau semua pihak untuk tidak menyalahkan faktor cuaca. Sebab, apapun kondisi cuaca, itu merupakan anugerah Tuhan Yang Maha Esa yang harus disyukuri dan disikapi dengan bijaksana (Jay/TC).

LEAVE A REPLY