Patrialis: Demi Allah, saya betul-betul dizalimi

0
173
Hakim Mahkamah Konstirusi Patrialis Akbar berjalan menuju mobil tahanan seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (27/1) dini hari. Foto : Republika/Raisan Al Farisi

JAKARTA, TERKINI.COM- Hakim Mahkamah Konstitusi Patrialis Akbar merasa dizalimi terkait penangkapan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Demi Allah, saya betul-betul dizalimi, ya nanti kalian bisa tanya sama Basuki, bicara uang saja saya tidak pernah,” ujar politisi Partai Amanat Nasional yang juga pernah menjabat  Menteri Hukum dan HAM periode 2009-2011 ini.

Ia membantah telah menerima uang dari pihak swasta Basuki Hariman terkait judicial review Undang Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Menurutnya, tidak pernah dirinya terima uang satu rupiah pun dari orang yang namanya Basuki.

“Apalagi Basuki bukan orang yang berperkara di MK, tidak ada kaitannya dengan perkara itu. Dia bukan pihak yang berperkara,” kata Patrialis usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Kamis (26/1) malam seperti dikutip dari Antara.

Ia pun menyatakan bahwa penetapan tersangka dirinya merupakan suatu ujian yang sangat berat. “Saya minta kepada MK tak usah khawatir paling tidak nama baik MK agak tercoreng gara-gara saya dijadikan tersangka. Kepada MK, saya sayang sekali dengan MK, Insya Allah, Allah akan membela yang benar,” kata Patrialis.

Sementara itu, pengusaha daging sapi impor, Basuki Hariman, mengaku memberikan uang 20 ribu dolar AS dan 200 ribu dolar Singapura ke orang dekat hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Patrialis Akbar bernama Kamaludin. Namun, ia menduga ada kemungkinan uang yang diberikannya itu tidak pernah sampai ke Patrialis.

“Ada (uang) untuk namanya Kamal. Dia teman saya dan juga dekat dengan Pak Patrialis. Saya memberi uang kepada dia (Kamal) karena dia kan dekat dengan Pak Patrialis. Dia minta sama saya, 20 ribu dolar AS itu buat dia umrah,” kata Basuki usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK Jakarta, Jumat (27/1) dini hari.(Ant/TC).

LEAVE A REPLY