Pameran teknologi ramah lingkungan terbesar se Asia Tenggara digelar di Jakarta

0
70

JAKARTA, TERKINI.COM- Pameran produk teknologi ramah lingkungan, Inagreentech 2017 digelar di  Jakarta International Expo atau Arena JIExpo. Acara tersebut mulai berlangsung dari tanggal 17 sampai 19 Mei 2017

Pameran Inagreentech merupakan pameran panel surya, Lampu Hemat Energi (LHE), LED, baterai, komponen dan produk ramah lingkungan dengan sub-event Inalight, Solartech Indonesia, Smart Home+City Indonesia, Inatronics, Cable &Wire Indonesia, Battery Indonesia dan Powergen terbesar di Asia Tenggara.

Pameran ini diikuti lebih dari 650 peserta dari 20 negara, dan diharapkan dapat menarik 35,000 pengunjung dari manca negara serta investasi langsung (FAI) di sektor green energy seperti pembangunan pabrik panel surya, Lampu Hemat Energi (LHE), led, dll.

“Pameran akan menjadi wadah yang mempertemukan produsen, distributor, konsumen dan pelaku usaha lainnya dalam mengembangkan industri yang tengah dibangun. Dengan demikian, diharapkan dapat berkontribusi dalam pembangunan nasional,” kata Baki Lee, Direktur PT. Global Expo Management (GEM Indonesia) kepada Terkini.com (18/05/2017).

Dikatakan, perkembangan ekonomi ASEAN yang semakin maju, mendorong pemerintah semakin giat melakukan eksplorasi dan analisa perkembangan ekonomi yang akan diprioritaskan di Indonesia untuk bersaing dalam memajukan ekonomi negara salah satunya adalah “green technology.

Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan green technology salah satunya adalah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). PLTS adalah pembangkit listrik yang mengubah energi surya (sinar matahari) menjadi energi listrik.

Pembangkitan listrik bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu secara langsung menggunakan sel surya (photovoltaic) dan secara tidak langsung dengan pemusatan energi surya.

Hal ini menjadikan Indonesia memiliki peluang bisnis di bidang energi pembangkit listrik tenaga surya demikian besar. Indonesia memiliki potensi energi surya sebesar 4.8 Kwh.m2 setara 112.999 GWp sepuluh kali lipat dari potensi Jerman dan Eropa.

Ia meyakini bahwa pameran ini menjadi peluang bisnis yang menggiurkan di bidang energi pembangkit listrik tenaga surya. Terlebih kebutuhan Indonesia untuk pembangkit listrik energi terbarukan hingga 2025 mencapai 43.300 mw.

Menurutnya, pembangunan pembangkit listrik yang ramah lingkungan menjadi penting untuk membantu mengurangi dampak perubahan iklim.

Sebagai negara kepulauan, pesisir pantai Indonesia sangat rawan dengan naiknya permukaan laut sebagai dampak perubahan iklim. Hal ini juga berkaitan erat dengan kebutuhan listrik terus meningkat dan animo masyarakat yang besar akan kebutuhan listrik. Apalagi PLN memasok energi listrik sebesar 1500-2000 MW. Proyek listrik 10.000 MW yang sudah selesai dibangun belum mampu memenuhi permintaan listrik yang terus melonjak tiap tahun.

“Program pembangunan pembangkit listrik tenaga surya berbarengan dengan perkembangan perlampuan LED (ramah lingkungan) indonesia, pasalnya pemerintah menggalakkan program pembangunan 30 ribu rumah baru dan infrastruktur seperti pembangunan jalan sejauh 2,650 KM, 3,258 M jalur kereta apai, 24 pelabuhan besar, 60 dermaga ferry, 15 bandara modern, 14 kawasan industri, 49 waduk dan pembangkit listrik tenaga hidrolik dalam lima tahun kedepan,”jelasnya (Alan/TC)

LEAVE A REPLY