Meranggas

0
115
Ilustrasi hutan meranggas

Oleh : Yudi Latif *

Sekiranya semua warga mampu berpuasa sungguhan, gumpalan lemak yang berlebih di satu kelompok bisa disalurkan menjadi energi hidup bagi kelompok lain, tidak menjadi kolesterol keserakahan yang memicu kelumpuhan sosial.

Seperti dedaunan yang jatuh di musim gugur bisa memupuk rerumputan di bawah dan sekitarnya.

Sesekali kita pun perlu meranggas; membiarkan keakuan terbakar, tersungkur sujud; menginsafi kefanaan yang menerbitkan hasrat untuk berbagi, membuka diri penuh cinta untuk yang lain.

*Penulis adalah Cendikiawan yang juga Ketua Pusat Studi Islam dan Kenegaraan-Indonesia (PSIK-Indonesia), Direktur Eksekutif Reform Institute dan aktif sebagai dosen tamu di sejumlah Pendidikan Tinggi serta aktif menulis catatan Makrifat Pagi.

LEAVE A REPLY