Komisi V DPR Minta Keselamatan Tol Cipali Diaudit

0
119
Ilustrasi kemacetan panjang terjadi di pintu keluar Tol Cikampek, Karawang, Jawa BaratFoto : Kompas/ Kristianto Purnomo.
JAKARTA, TERKINI.CO- Komisi V DPR RI menyesalkan terjadinya sejumlah kecelakaan di
tol Cikampek-Palimanan (Cipali).  Komisi yang membidangi infrastruktur
dan  transportasi ini mendesak kementerian pekerjaan umum dan perumahan
rakyat (PUPR) melakukan audit teknis keselamatan tol tersebut.
Hal itu
disampaikan Wakil Ketua Komisi V DPR RI Yudi Widiana Adia, di Kompleks
Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (19/6).
Yudi
mengaku prihatin, atas terjadinya kecelakaan yang di tol Cipali. Hingga
saat ini sudah 5 kecelakaan yang menewaskan 2 orang sejak tol tersebut
diresmikan.
“Kementerian
PUPR harus segera melakukan audit teknis terkait keselamatan di tol ini
agar saat mudik nanti, tol ini benar-benar aman dan nyaman untuk
dilalui,” kata Yudi.
Selain
mendesak agar segera dilakukan audit teknis, Komisi V DPR RI, lanjut
Yudi, juga mendesak Kementerian PUPR untuk segera melengkapi tol Cipali
dengan fasilitas pendukung seperti sarana penerangan, rambu lalu lintas
dan rest area.
Menurutnya,
uji kelayakan dan audit teknis ini penting dilakukan karena kondisi
lingkungan yang belum jelas, seperti kondisi tanah yang belum stabil,
datangnya arah angin, sudut tikungan, jalan bergelombang dan sebagainya.
Jika semua ini sudah diketahui, bisa segera dipasang rambu-rambu yang
memberikan informasi akurat kepada pengguna jalan tol tentang
titik-titik berbahaya.
“Jika
uji kelayakan yang dilakukan seperti sekarang dengan membuka tol,
kemudian menunggu hasilnya seperti apa, sama saja menjadikan pengguna
tol sebagai kelinci percobaan,” ujar legislator dari daerah pemilihan
(Dapil) Jawa Barat IV yang meliputi Kabupaten/Kota Sukabumi itu.
Seperti
diketahui, meski telah diresmikan pada 13 Juni lalu, fasilitas di tol
sepanjang 116 km ini belum sepenuhnya ada. Rambu-rambu dan Lampu
penerangan masih minim dan sejumlah rest area belum selesai dikerjakan.
Padahal, arus kendaraan di jalur Tol Cipali ini terus mengalami
peningkatan. Akibatnya, tak hanya kemacetan, kecelakaan pun terjadi.
Selain
itu, kondisi alas jalan yang bervariasi dari aspal ke concrete (beton),
juga dapat membuat kerja ban lebih berat jika dipacu dengan kecepatan
tinggi dan udara panas, sehingga berpotensi menyebabkan kecelakaan.
Apalagi, slogan pemerintah tol Cipali dapat dipacu hingga 140 km/jam
sangat menyesatkan dan membahayakan pengguna jalan. (Wan)

LEAVE A REPLY