Kominfo libatkan Dewan Pers berantas media online abal-abal

0
147
Menkominfo Rudiantara (kiri) bersama dengan pendiri Google, Sergey Brin di kantor Kemenkominfo beberapa waktu lalu. Foto : Yoga Hastyadi Widiartanto/KOMPAS.com.

JAKARTA, TERKINI.COM- Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memastikan akan menjalankan intruksi dari Presiden Joko Widodo yang meminta perlunya evaluasi media online yang kerap memproduksi berita bohong dan menyebarkan kebencian.

Kominfo berencana akan menggandeng Dewan Pers dalam menjalankan intruksi Presiden Jokwi. Hal tersebut Menkominfo Rudiantara di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
Mantan Direktur XL itu mengaku sudah berkomunikasi dengan Dewan Pers. “Kominfo punya concern yang sama terkait adanya kaidah jurnalistik sesuai UU Pers di media online,” kata Rudiantara (29/12) seperti dikutip dari Merdeka.com.

Rudiantara mengungkapkan media online abal-abal di tanah air sangat menjamur. Dia memperkirakan jumlahnya mencapai puluhan ribu. Sementara, media online di Indonesia yang benar-benar bekerja sesuai kaidah jurnalistik tak lebih dari 500.

Pada bulan Januari lanjut Rudiantara, akan ada keputusan dari hasil koordinasi dengan Dewan Pers. Untuk itu, dia tak mau berandai-andai tindakan apa yang akan diambil oleh pemerintah terhadap media online penyebar kebencian. “Minggu pertama atau kedua Januari sudah ada keputusan,” ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi meminta penegakan hukum harus tegas dan keras untuk menindak semua hal negatif di internet. Dia juga meminta evaluasi terhadap tiap media online memproduksi berita bohong tanpa sumber jelas dengan judul berita provokatif dan mengandung fitnah.

“Karena itu saya minta penegakan hukum harus tegas, keras untuk hal ini dan kita harus evaluasi media-media online yang memproduksi berita bohong tanpa sumber yang jelas dengan judul provokatif dan mengandung fitnah,” kata Jokowi dalam pengantar rapat terbatas membahas antisipasi perkembangan media sosial di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (29/12).

“Kedua saya minta juga gerakan masif untuk melakukan literasi, edukasi dan menjaga etika, menjaga keadaban kita dalam bermedsos, gerakan ini penting untuk mengajak netizen untuk mengkampanyekan bagaimana berkomunikasi melalui medsos yang baik, beretika, positif, produktif yang berbasis nilai-nilai budaya kita,” tambahnya. (MC/TC).

LEAVE A REPLY