KLHK gandeng UI dalam mitigasi perubahan iklim

0
158

JAKARTA, TERKINI.COM- Kementerian Lingkungan gandeng mahasiswa Universitas Indonesia sebagai agen mitigasi perubahan iklim, diharapkan dapat menjadi salah satu strategi yang efektif, dalam membentuk generasi ramah lingkungan.

Hal tersebut terungkap dalam diskusi Pojok Iklim yang digelar Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang juga dihadiri civitas akademika dari Universitas Indonesia (UI)-UI Green Metric World University Ranking di Ruang  Rapat Utama, Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta (19/01/2017).

UI Green Metric World University Ranking, yang dipimpin oleh Prof. Riri Fitri Sari, termasuk satu dari lima lembaga survey internasional yang telah diakui dalam pemeringkatan kampus seluruh dunia.

Penilaian dilakukan terhadap kebijakan dan kondisi terkini lingkungan kampus, yang mendukung kampus hijau berkelanjutan. Kegiatan ini dilakukan oleh UI sejak tahun 2010 dengan jumlah peserta sebanyak 95 universitas dari beberapa negara di dunia.

“Dengan adanya penjelasan terkait kampus hijau ini, diharapkan dapat menjadi input bagi KLHK dalam penyusunan kebijakan dan implementasi pembangunan hijau di lapangan. Konsep kampus hijau juga dapat menjadi percontohan sebagai suatu standar penerapan konsep hijau (green) di semua aspek”, kata Menteri LHK Siti Nurbaya saat membuka forum diskusi ini.

Hasil survey UI Green Metric tahun 2016 menunjukkan, peringkat pertama kampus hijau secara global diraih University of California Davis (AS), sedangkan UI memperoleh ranking pertama untuk tingkat nasional, diikuti Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Institut Pertanian Bogor (IPB) pada peringkat kedua dan ketiga. Survey tersebut dilakukan terhadap 515 universitas dari 74 negara, 1.537.789 pegawai fakultas, dan 16.500.614 pelajar mahasiswa.

Prof. Riri Fitri Sari menyampaikan bahwa selain sebagai sarana informasi hasil survey online, dengan adanya pemeringkatan ini, diharapkan dapat mendorong kampus untuk terus meningkatkan arah kebijakannya sebagai kampus hijau yang berkelanjutan. Dalam rangka mempererat komunikasi antar stakeholder untuk membangun perilaku ramah lingkungan, UI Green Metric juga kerap melaksanakan workshop di berbagai negara.

Forum yang bertemakan “UI Green Metric untuk Menjadikan Civitas Akademika Menjadi Agen Keberlanjutan dan Mitigasi Perubahan Iklim” ini, turut dihadiri oleh Staf Ahli Menteri (SAM) lingkup KLHK, Penasehat Senior Menteri (PSM) lingkup KLHK, dan Tim UI Green Metric, Junaidi, S.S.M.A. dan Dr. Nyoman Suwartha.

Tim menyampaikan, metodologi penilaian menggunakan skoring dan pembobotan untuk 6 kriteria dan 34 indikator, terkait pengaturan infrastruktur (15%), pengelolaan energi dan perubahan iklim (21%), pengelolaan limbah (18%), pengelolaan air (10%), transportasi (18%), dan kegiatan edukasi (18%). Langkah selanjutnya, UI Green Metric World University Ranking akan melakukan pengembangan kriteria dan indikator seiring dengan berkembangnya isu-isu lingkungan hidup yang terjadi, seperti konservasi air, perhitungan jejak karbon dari sektor energi, serta perubahan iklim.

PSM Imam Prasodjo menyarankan, perlunya pengembangan kriteria dan indikator dengan menambah unsur kebudayaan, seperti pengukuran terhadap aspek sosial budaya atau kearifan lokal, sehingga Indonesia dapat mengungguli negara-negara lain. Sarwono Kusumaatmadja menambahkan, kegiatan positif seperti ini perlu disebarluaskan melalui media sosial, dalam rangka meningkatkan kesadaran untuk menjaga lingkungan secara berkelanjutan, karena keberlanjutan (sustainabity) bagi Indonesia sangat berarti dalam mempertahankan keberadaan sumber daya alam.

Pojok Iklim merupakan agenda rutin mingguan KLHK melalui Dewan Pertimbangan Pengendalian Perubahan Iklim, dalam rangka membangun tingkat pemahaman dan visi yang sama antar para pihak dalam menyikapi isu perubahan iklim (TC).

 

LEAVE A REPLY