KLHK gadeng Jepang untuk menyulap sampah menjadi energi terbarukan

0
141

JAKARTA, TERKINI.COM- Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menjalin kemitraan dengan Kementerian Lingkungan Negara Jepang (Ministry of Environment Japan/MoEJ) terkait pengelolaan sampah menjadi sumber energi terbarukan.

Kerjasama pemanfaatan teknologi lingkungan berupa Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) menjadi agenda utama pertemuan Menteri LHK Siti Nurbaya dan Menteri Lingkungan Jepang Mr.Tadahiko ITO, Selasa (17/01/2017).

PLTSa telah dikenal sebagai teknologi unggul dari Jepang dalam pengolahan limbah sampah menjadi energi. Selama ini implementasi pemanfaatan energi dari sampah masih menemui kendala, yaitu belum adanya teknologi yang signifikan terkait pemanfaatan energi dari sampah.

Kondisi limbah sampah di Indonesia sudah sangat memprihatinkan, sebanyak lebih dari 64 juta ton sampah dihasilkan per tahunnya. Oleh karena itu, perlu dilakukan suatu cara untuk mengurangi sampah dan mengolahnya menjadi sesuatu yang bermanfaat luas, yaitu sebagai sumber energi.

Menteri Siti menyampaikan, “Kerjasama PLTSa ini selain sebagai salah satu solusi dalam mengatasi limbah sampah, juga diharapkan dapat sebagai alat edukasi bagi masyarakat dalam penanganan sampah dan pemanfaatan sampah. Edukasi publik yang dimaksud yaitu bagaimana cara mengurangi, memilah, dan mengolah sampah”.

Dalam kerjasama PLTSa, akan dirumuskan pedoman teknis, model bisnis, model investasi, kerangka regulasi, dan materi edukasi publik. Kerjasama ini juga sangat penting untuk didukung semua stakeholder seperti Pemda, swasta, dan masyarakat.

Pertemuan ini dihadiri oleh Mr. Masahiro Takahata (Kedutaan Besar Jepang di Indonesia), Mr. Genohiro Tsukada (JICA), Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim, Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun Berbahaya (B3), dan Kepala Biro Kerjasama Luar Negeri.

Dalam pertemuan juga diusulkan kerjasama terkait pengelolaan sampah di wilayah pantai dan laut, karena Indonesia termasuk negara penghasil sampah pantai terbesar. Pengelolaan sampah laut saat ini telah diaplikasikan di beberapa wilayah secara sporadis, antara lain di Kepulauan Seribu, Sulawesi Utara, dan DI Yogyakarta.

Antusiasme MoEJ dalam menyambut kerjasama ini sangat baik, Mr. Tadahiko ITO (MoEJ) menyampaikan akan memberikan dukungan penuh terkait penyusunan pedoman PLTSa, pembuatan model PLTSa, peningkatan kapasitas, dan bantuan tim supervisi yang melibatkan tenaga dari Jepang. Sebagaimana kota Surabaya yang telah menjadi percontohan dalam pengelolaan sampah, maka target selanjutnya dalam pengelolaan sampah diharapkan dapat dijalankan untuk kota-kota besar lainnya seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Solo, Tangerang, Makassar, dan Manado.

Dalam waktu dekat Indonesia akan merayakan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) tgl 21 Februari 2017, dan dalam waktu bersamaan pula, Indonesia ditunjuk sebagai lokasi Global Cleansing Champion Country oleh UNEP. Berbagai kegiatan di bulan Februari yang akan dilaksanakan terkait HPSN, yaitu kampanye, workshop, dan aksi peduli sampah. (TC)

LEAVE A REPLY