Ketua Pansus beberkan berbagai hal mengerikan dibalik revisi UU Terorisme

0
176

JAKARTA, TERKINI.COM- Dalam RUU Terorisme, pemerintah meminta kewenangan lebih untuk melakukan penindakan terorisme, diantaranya diberi kewenangan untuk bisa mengasingkan orang yang dicurigai teroris ke tempat tertentu selama enam bulan.

“Bayangkan, itu bukan penangkapan dan itu bukan penyelidikan. Hanya diambil saja, simpan di tempat tertentu yang terserah mereka, selama enam bulan,” kata Ketua Panitia Khusus (Pansus) Revisi UU Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, Muhammad Syafii membeberkan fakta mengejutkan di balik revisi UU Terorisme kepada Kiblat.tv beberapa waktu lalu.

Pemerintah juga meminta penambahan masa penahanan terduga teroris dari yang sebelumnya 7×24 jam menjadi 500 hari lebih. “Dari mulai penangkapan sampai kepada tuntutan, totalnya itu mencapai 500 hari lebih,” imbuhnya.

Selain itu, dalam UU Terorisme juga ada upaya menetapkan pidana kepada orang yang menjadi anggota dari satu organisasi yang dicap pemerintah sebabagi organisasi teroris. “Misalnya Jamaah Islamiyah. Mereka yang punya kartu jamaah Islamiyah serta merta teroris, gitu lho,” tutur Politisi Partai Gerindra itu.

Syafii juga melihat ada apa upaya mengkriminalisasi ceramah-ceramah agama. Sebab, pemerintah bisa menetapkan ceramah radikal tanpa standar jelas.

Pemerintah tambah Syafii, juga bisa melakukan tindakan yang kemudian mereka narasikan sendiri.

“Jadi kalau dia gak senang dengan imam, kemudian imam ditembak, dibuat narasi sendiri, kenapa? Karena imam itu teroris,”jelasnya. (TC/KT)

LEAVE A REPLY