Ketika PKI desak pembubaran HMI

0
51

Dokumentasi massa pro Partai Komunis Indonesia (PKI) menuntut pembubaran Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) karena dianggap kontra revolusi dan underbouw Masyumi. Jakarta, Maret 1965.

Pada tanggal 29 September 1965, pada penutupan Kongres CGMI (Concentrasi Gerakan Mahasiswa Indonesia) gerakan mahasiswa underbow PKI, Ketua PKI PKI; D.N Aidit pernah mengagitasi “kalau kalian tidak mampu membubarkan HMI, sebaiknya pake sarung saja.”

Antek-antek PKI itu mengumandangkan yel-yel “Bubarkan HMI.” Aidit tahu betul, lahirnya HMI pada 5 Februari 1947, adalah pilar mahasiswa terbesar waktu itu untuk melawan doktrin-doktrin ajaran PKI yang begitu anti Islam.

Aidit menggunakan premis perlawanan HMI terhadap ajaran-ajaran komunis sebagai kontra revolusi untuk mempengaruhi Soekarno.

Saat itu D.N Aidit begitu keukeuh mempengaruhi Soekarno untuk membubarkan HMI karena dituduh kontra revolusi. Siapa yang membela HMI? Mereka adalah Jendral A.H Nasution dan Jendral Ahmad Yani (Pimpinan AD). Bahkan Jendral Ahmad Yani-lah yang merobek-robek berkas pembubaran HMI yang dibawa Soebandrio dan mengatakan “langkahi dulu mayatku kalau mau bubar HMI.”

Kini sejarah kembali berulang, jika di jaman Bung Karno, PKI mendesak agar HMI dan Masyumi dibubarkan, kini Pemerintah Jokowi berencana membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), karena HTI dituding bertentangan dengan Pancasila, dan berjuang untuk penegakan syariat Islam. Akankan HTI bernasib sama dengan Masyumi atau HMI?

LEAVE A REPLY