Kapolri Seharusnya Beri Penghargaan Pelapor Beras Plastik

0
94
Ilustrasi beras plastik. Foto :ImageParty/Pixabay

JAKARTA,
TERKINI- Persoalan beras plastik jangan sampai membuat pelapor trauma,
apalagi sampai merasa menerima intimidasi dari aparat. Bila hal ini
terjadi, orang akan cenderung abai dan tidak mau melapor apabila melihat
sebuah kejahatan. 

Hal
itu disampaikan oleh Rozaq Asyhari, Sekjend PAHAM Indonesia menanggapi
keresahan yang dialami oleh Dewi Septiani. “Apa yang dilakukan oleh Ibu
Dewi adalah tindakan konsumen yang baik, itu adalah upaya preventif
untuk menghindarkan masyarakat dari bahaya buruk bahan makanan yang
diduga dari platik. Oleh karenanya, langkah waspada yang demikian harus
di contoh oleh anggota masyarakat lainnya”, terang pegiat sosial dari
PAHAM Indoensia tersebut.
Lebih
lanjut, Rozaq Asyhari menyampaikan bahwa yang dilakukan oleh Dewi
Septiani adalah early warning, yang seharunya merupakan kewajiban
apparat terkait untuk menindaklanjuti. “Kalau disuruh membuktikan apakah
ada kandungan plastik atau tidak tentunya Bu Dewi tidak memiliki
kemampuan ataupun kapasitas. Maka seharusnya, aparat penegak hukumlah
yang memiliki kewajiban untuk menindaklanjuti persoalan tersebut.
Tinggal ditindaklanjuti saja laporannya, kemudian di cek di
laboratorium, yang punya fasilitas demikian kan aparat Negara, bukan
perorangan seperti Bu Dewi”, papar pangacara publik di PAHAM Indonesia
tersebut.
Rozaq
Asyhari juga menyayangkan adanya dugaan intimidasi yang dialami oleh
Ibu Dewi, karena seharusnya hal itu tidak boleh terjadi. “Apabila ada
intimidasi dari oknum aparat, itu sangat disayangkan. Karena yang
dilakukan Ibu Dewi sudah sesuai dengan ketentuan pasal 165 KUHP. 
Dimana
ada kewajiban bagi setiap orang untuk melaporkan kepada polisi, jika
mengetahui terjadinya suatu tindak kejahatan, walaupun dalam Pasal 165
KUHP tersebut hanya disebutkan beberapa pasal tindak kejahatan. Namun
secara umum, hal ini merupakan suatu upaya untuk mencegah terjadinya
suatu tindak kejahatan.” Terang kandidat Doktor dari Fakultas Hukum
Universitas Indonesia.

Lebih
lanjut Rozaq Asyhari mendorong agar Kapolri memberikan penghargaan
kepada Bu Dewi dan memberikan sanksi kepada oknum yang diduga
mengintimidasi. “Saya rasa layak Pak Badrodin Haiti memberikan
penghargaan kepada Bu Dewi, karena sebagai warga negara yang baik telah
memberikan laporan sebagai bentuk kewaspadaan sesuai dengan ketentuan
pasal 165 KUHP. Hal ini untuk merangsang agar masyarakat peduli dengan
persoalan hukum yang ada di sekitarnya. Disisi lain, apabila memang
terbukti ada oknum aparat yang melakukan intimidasi selayaknya pula
Kapolri berikan teguran atau sanksi”, tukasnya. (Wan)

LEAVE A REPLY