Kakek 70 tahun ini nikahi gadis cantik 25 tahun

0
115

PAREPARE, TERKINI.COM- Ada yang mengatakan cinta itu buta. Kalau sudah jodoh tidak ada yang bisa menghalangi. Begitu pula yang terjadi dengan kisah cinta mantan Wakil Wali Kota Parepare, Tajuddin Kammisi sudah berusia 70 tahun dengan gadis pujaan hatinya yang masih berstatus mahasiswi bernama Andi Fitri masih berusia 25 tahun. Keduanya terpaut usia 45 tahun.

Wajar jika pemuda di Kabupaten Bone dan sekitarnya dibikin cemburu dengan potret cinta pria yang usianya sudah senja itu, memutuskan untuk menikah lagi. Memang menikah lagi di usia senja tak ada larangan.

Namun, yang tidak terpikirkan oleh pemuda di kampung itu, tidak tanggung-tanggung, Tajuddin Kammisi menggaet bunga desa itu yang jadi primadona kampung di Bone menjadi istri muda.

Seperti diwartakan RadarBone, Andi Fitri adalah gadis yang berasal dari Desa Tengnga-tengnga, Kecamatan Bengo, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

Tunggu dulu, Tajuddin sudah berkorban harta untuk mendapatkan cinta Andi Firti rela merogoh kocek Rp1,4 miliar sebagai mahar untuk sang bunga desa itu.

Selain itu, ada istilah dari suku Bugis ‘doi menre’ (uang naik) yang terdiri dari uang Rp150.000.000 (Seratus lima puluh juta rupiah), rumah batu permanen, emas 100 gram, mobil sedan seharga Rp450.000.000 (empat ratus lima puluh juta rupiah.

Camat setempat, atas nama Rahmatullah membantah jika uang panai mencapai Rp1 miliar 400 juta. Meski ia tak tahu angka persisnya. “Nda sampai segitu ndi uang naiknya. Memang ada rumah dan mobil. Tapi kalau uang panainya, mungkin tidak segitu angkanya,” prediksi Rahmatullah.

Meski demikian, uang sebanyak itu tergolong tinggi untuk seorang gadis desa. Tapi begitulah cara Tajuddin mendapatkan cinta Andi Fitri yang juga anak bangsawan di Bone, yang sedang kuliah di Kota Makassar.

Sebagai pengantin, seperti foto yang ada Tajuddin Kammisi tampak sangat mesra saat bersanding dengan istri mudanya itu yang sangat cantik nan muda itu.

Akad nikah berlangsung Sabtu 22 April 2017 pukul 14.30 Wita di Dusun Tanah Tengah Desa Liliriawang Kecamatan Bengo Kabupaten Bone. Dikabarkan uang mahar dengan total miliatan rupiah memecahkan rekor ‘doi menre’ (uang naik) di Sulawesi Selatan. Benarkah?(WB/KC)

LEAVE A REPLY