Ini klarifikasi Amien Rais soal tuduhan korupsi 10 tahun silam

0
78
Amien Rais. Foto : Ist.

JAKARTA, TERKINI.COM– Mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais mengklarifikasi tuduhan dugaan korupsi aliran dana Rp 600 juta ke dirinya. Dana itu disebut dalam persidangan kasus alat kesehatan.

“Kasus aliran dana dari Yayasan Soetrisno Bachir sejumlah 600 juta rupiah antara 15 Januari 2007 sampai 13 Agustus 2007, seperti dikatakan jaksa Ali Fikri di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Rabu 31/05/2017, yang dikirim ke rekening saya, langsung saya follow-up dengan menanyakan pada sekretaris saya tentang kebenarannya, berdasarkan rekening bank yang saya miliki. Karena itu terjadi sudah 10 tahun lalu, saya segera merefresh memori saya,” kata Amien Rais kepada awak Media di kediamannya di Gandaria, Jakarta Selatan (2/6).

Dijelaskan, pada waktu itu Sutrisno Bachir (SB) mengatakan akan memberikan bantuan keuangan untuk tugas operasional saya untuk semua kegiatan, sehingga tidak membebani pihak lain.

“Persahabatan saya dengan Sutrisno Bachir sudah terjalin lama sebelum PAN lahir pada 1998. Seingat saya, sebagai entrepreneur sukses waktu itu, dia selalu memberi bantuan pada berbagai kegiatan saya, baik kegiatan sosial maupun keagamaan. Mas Tris adalah tokoh yang sangat baik dan dermawan, sering membantu banyak pihak. Bahkan siapa saja
yang mendapat bantuan dana dari SB, saya tidak tahu,”tuturnya.

Menurut Amien, ia pernah menanyakan pada SB, mengapa Anda membantu berbagai kegiatan saya?. Jawabnya: “Saya disuruh Ibunda saya untuk membantu Anda”. Jadi
ketika dia menawarkan bantuan tiap bulan buat kegiatan operasional saya, saya anggap sebagai hal wajar.

“Nah, kalau kejadian sepuluh tahun lalu kini diungkap dengan bumbu-bumbu dramatisasi di media massa dan social, tentu akan saya hadapi dengan jujur, tegas, apa adanya. Di tahun 2007, saya sudah 3 tahun tidak lagi menjadi pejabat (waktu itu Ketua MPR). Namun rupanya bantuan SB untuk kegiatan operasional saya yang berlangsung selama 6 bulan itu pada tahun 2007 itu kini menjadi salah satu topik berita yang sangat menarik dan harus saya ikuti secara tegas dan berani,”ujarnya.

Pada kesempatan ia juga menyampaikan akan berkunjung ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengklarifikasi dugaan aliran dana proyek pengadaan alat kesehatan (alkes) ke partainya.

“Senin (5 Juni 2017) mendatang saya akan berkunjung ke kantor KPK untuk menjelaskan duduk persoalannya,” kata Amien di rumahnya di Kompleks Taman Gandaria, Jakarta, Jumat 2 Juni 2017.

Mantan Ketua MPR RI ini beralasan kunjungan tersebut dilakukan sebelum berangkat menunaikan ibadah umroh pada 8 Juni 2017. “Kalau saya dipanggil KPK padahal saya masih umroh, saya khawatir dianggap lari dari tanggung jawab,”imbuhnya (TC)

LEAVE A REPLY