Indonesia butuh “Eliot”

0
183
Mappajarungi Manan

Oleh : Mappajarungi Manam *

Saya kagum dengan Eliot Ness. Ia terlahir di negara yang penuh “murka” Segala macam tindak kriminal ada dinegaranya. Pemerintah hanya sebagai simbol, tapi semua aturan diatur oleh mafia bernama Alphonse Gabriel Capone. Lebih keren dengan sebutan : Alcapone

Chichago 19 April 1903, cahaya ilahi turun di negeri itu. Seorang bayi lahir diberi nama Eliot Ness. Ia tumbuh layaknya seorang biasa.

Tahun 1927 setelah tamat dari universitas bidang khusus menangani kriminal ekonomi, ia terjun ke Biro investigasi yang kini menjelma jadi FBI.

Disinilah ia mulai terjun “bertempur” melawan mafia mafia yang menjadi kangker di pemerintahan. Rekan rekannya sudah mengingatkan bahwa butuh nyawa cadangan untuk melawan mafia yang ada.

Tapi, Eliot pantang mundur. Justru dia membalas bahwa Mafia harus punya cadangan bila mau terus lanjutkan kerja kotor mereka.

“Pertempuran” Eliot Ness dan geng Alcaphone di mulai. Alchapone mengerahkan seluru kekuatannya untuk membunuh Eliot. Bahkan mendatangkan bantuan dari Italia.

Sebaliknya, pihak Eliot meminta bantuan 1000 pasukan intelijen untuk mematahkan upaya Alchapone itu. Walaupun beberapa kawan dan keluarga Eliot mati, ia tak gentar terus melakukan perlawanan.

Korupsi, prostitusi, kolusi. Maling, copet dan perampokan semua dibasmi tanpa pandang bulu. Simpati madyarakat mulai mengalir pada Eliot.

Alchapone mulai patah arang. Ia menyogok Istri Eliot dengan serba wah agar Eliot berhenti menerangi bisnis minuman dan judi. Tapi, Eliot malah menceraikan istrinya.

Akhirnya, Alchapone menyerah. Iapun ditangkap. Di penjara. Tapi sisa sisa anak buah Alchapone berusaha untuk balas dendam. Itu dilakukan ketika Eliot berupaya untuk membangun Claveland dengan ingin menjadi walikota. Sayang gagal.

Iapun ke sebua desa menjadi satpam di perusahaan kecil, hidup bersama istri ke empatnya dan anak angkatnya hingga meninggal dunia akibat serangan jantung pada 16 mei 1957. Iapun mendapat julukan pahlawan tak tersentuh.

Eliot memuali karirr di angka 7 dan hidupnya berskhir di angka 7.

Dengan kondisi seperti itu. Apakah Indonesia tidak ada Mafia tender, Mafia daging, mafia Import, mafia mafia yang menguasai ekonomi, termasuk impor wisky, wine?..

Sudah saatnya kita butuh “Eliot” untuk membersihkan Indonesia!.

*Penulis adalah jurnalis senior yang saat ini berdomisi di Australia.

LEAVE A REPLY