Hadir di World Press Freedom Day, Presiden Jokowi siap melawan berita hoax

0
180
Hari Kebebasan Pers Se-Dunia bertempat di JCC, Jakarta. Foto : Agam

JAKARTA, TERKINI.COM- Hadir acara penutupan Hari Kebebasan Pers Se-Dunia (World Press Freedom Day) di Jakarta Convention Center (03/05), Presiden RI Joko Widodo tak seperti biasa, jika menghadiri acara besar. Tak ada pertanyaan kuis diatas podium. Yang aneh lagi, salaman persatu orang yang lazim dilakukannya, menghilang. Tanya kenapa?

Berdiri dihadapan ratusan jurnalis Indonesia dan Mancanegara, Presiden pun bertegas tetap melawan berita bohong (hoax) dan perkataan kebencian (hate speech). Meski hantu kiamat, datang.

Padahal tarian Rampai-Aceh yang dilakoni 14 perempuan dipandu seorang lelaki senja, cukup memikat dan mengharu biru seisi ruangan.

Terlebih, Direktur UNESCO, H.E Irina Bokova, memberi penghargaan pejuang Pers dunia kepada Dawit Isaak (Jurnalis asal Swedia) yang ditangkap 2001 tanpa pengadilan dan diisukan, meninggal dunia.

Anak Dawit, Bethlehem Isaak, menerima perhargaan itu mewakili sang ayah. Isak tangis seraya berkata “Jangan kamu tangkap dan sakiti wartawan/jurnalis. Sebab dari jurnalisme mereka, kita bisa berdemokrasi dengan baik. Saya akan terus berjuang untuk itu…”.

Naskah dan Foto: Qodriansyah Agam Sofyan

LEAVE A REPLY