Gawai Dayak di Kalbar

0
463

Oleh : Swary Utami Dewi*

Aku tergerak menulis apa yang kuketahui tentang Gawai, karena ada beberapa teman non-Dayak yang salah paham. Ada isu beredar bahwa ada pengerahan orang-orang Dayak ke Kalbar untuk suatu tujuan “politis”. Di beberapa wa grup beredar.

Karena aku Dayak (meski Dayak Ngaju dari Kalteng), maka aku merasa punya kewajiban untuk menjelaskan yang aku tahu. Sejauh yang aku tahu, Gawai adalah upacara untuk mengucapkan syukur kepada Yang Kuasa atas rejeki yang diberikan berupa hasil bumi (panen), kesuburan dan rejeki. Biasanya di Kalbar di tingkat kabupaten diadakan pada April. Aku pernah ikut di Kabupaten Landak atas ajakan Alm Tumenggung Nazarius. Di provinsi biasa diadakan Mei (Mei 2017 ini pada minggu depan).

Penulis (Swary Utami Dewi) bersama masyarakat adat Dayak.

Pada kegiatan Gawai yang aku ketahui ada tarian, upacara dsb. Dan lazim orang-orang Dayak keluar mengenakan pakaian adat dan memakai mandau di pinggang (dan ini juga biasa terjadi di belahan Indonesia lainnya, di mana saat kegiatan adat segala macam busana dan pernak-perniknya dikenakan, termasuk senjata).

Jadi Gawai adalah festival atau upacara untuk bersyukur kepada Yang Kuasa, bersuka cita. Terkadang juga suku Dayak lainnya datang untuk ikut serta sebagai tanda solidaritas.

Jadi kalau ada yang salah menafsirkan tentang Gawai, mohon pahami dulu suatu budaya sebelum menilai. Dan jika ada yang coba-coba menunggangi untuk tujuan politik tertentu, Anda salah besar…

Dayak adalah masyarakat yang bermartabat dan cinta damai. Saya Muslim, dan saya tetap Dayak.***

*Penulis adalah Coordinator at Kalimantan Forest and Climate Partnership & Board at Kawal Borneo Community Foundation.

 

LEAVE A REPLY