Fraksi PKS harapkan calon terbaik Dewas LPP TVRI

0
71

JAKARTA, TERKINI.COM- Anggota Komisi I DPR RI Sukamta berharap agar uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) untuk memilih lima dari 11 calon Anggota Dewan Pengawas (Dewas) LPP TVRI, dapat menghasilkan calon terbaik.

“Kali ini Komisi I akan memilih lima dari 11 (sebelas) calon yang diajukan pemerintah. Mudah-mudahan diperoleh calon yang terbaik untuk TVRI dan Bangsa Indonesia 5 tahun ke depan dan bukan hasil kompromi politik,” jelas Sukamta di sela-sela Rapat Komisi I di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (11/4).

Diketahui, Komisi I DPR RI melakukan fit and proper test terhadap 11 (sebelas) calon Anggota Dewan Pengawas LPP TVRI, Senin dan Selasa, 10-11 April 2017. Sejumlah harapan muncul untuk disematkan di pundak mereka.

Sukamta menambahkan sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 13 tahun 2005 tentang LPP TVRI Pasal 7, Dewan pengawas LPP TVRI mempunyai tugas menetapkan kebijakan umum, rencana induk, kebijakan penyiaran, rencana kerja dan anggaran tahunan, kebijakan pengembangan kelembagaan dan sumber daya, serta mengawasi pelaksanaan kebijakan tersebut sesuai dengan arah dan tujuan penyiaran.

“Termasuk juga menetapkan direksi dan mengawasi kerja TVRI. Di sinilah pentingnya keberadaan Dewas karena menentukan arah LPP TVRI 5 tahun ke depan,” jelas Sekretaris Fraksi PKS DPR RI ini.

Di satu sisi, kondisi LPP TVRI kini juga cukup memprihatinkan. Masyarakat, tambah Sukamta, jauh lebih tertarik menonton siaran-siaran televisi swasta daripada TVRI.

“Ini dapat dilihat dari Audience Share 2016, TVRI hanya 1.2 yang setara dengan 9 juta penonton untuk 11 kota, ini paling rendah. Sedangkan televisi-televisi swasta seperti RCTI mencapai 17.7, ANTV 14.0, SCTV 11.5, terlihat TVRI tertinggal sangat jauh,” tegas wakil rakyat PKS dari Daerah Pemilihan Yogyakarta ini.

Tantangan TVRI ke depan juga terkait dengan Sumber Daya Manusia (SDM), kebutuhan migrasi ke digital yang memungkinkan pelayanan multiplatform, dan anggaran yang masih dari cukup.

Bahkan TVRI, papar Sukamta, mendapat penilaian disclaimer 4 kali berturut-turut hingga tahun 2016 dari BPK atas kinerja keuangannya. TVRI juga didera masalah kasus korupsi program siap siar yang salah satunya menjerat aktor Mandra.

“Banyak pekerjaan rumah di TVRI ini. Maka harus terpilih orang-orang pilihan yang memang mumpuni membawa TVRI ke luar dari kubangan permasalahnnya menuju arah yang jauh lebih baik dari sekarang,” tutur Sukamta.(TC)

LEAVE A REPLY