Filep Karma soroti pembangunan Jalan Trans Papua

0
78

JERMAN, TERKINI.COM- Tokoh Papua, Filep Karma, yang pernah divonis 15 tahun penjara dan menolak grasi presiden, mengomentari pembangunan jalan trans-Papua (1:50).

10 Mei 2017, Presiden Joko Widodo menjajal salah satu ruas jalan trans-Papua di Kabupaten Jayawijaya dengan sepeda motor. Jalan yang sedang dibangun pemerintah dan TNI AD ini panjangnya 4.330 kilometer, dan hanya 700-an kilometer yang belum tembus.

Presiden Jokowi dan rombongan jajal Jalan Trans Papua. Foto : Biro Istana Presiden .

Seperti halnya proyek sawah 1 juta hektar di Papua, Jokowi ingin jalan nasional ini tembus seluruhnya saat musim kampanye 2019. Konsep yang hendak dikembangkan di Papua bukan sawah berbasis masyarakat, melainkan sawah tekno dengan mesin-mesin modern yang sebagian dikelola oleh BUMN dan perusahaan swasta seperti Medco.

Proyek ini melanjutkan konsep Merauke Integrated Food and Energy Estate (MIFEE) di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Idenya menjadikan Papua lumbung pangan lewat produksi beras dan energi melalui biodiesel (minyak sawit).

Selain proyek mencetak sawah di wilayah yang penduduknya memakan sagu dan menggantungkan dari hasil hutan, hingga 2014, tercatat 30 perusahaan kelapa sawit telah mengantongi izin di 7 kabupaten di Papua. Sebagian raksasa sawit itu adalah grup Wilmar, Sinarmas, dan Korindo.

Menurut catatan Greenpeace, kerusakan hutan di Papua akibat industrialisasi mencapai 300 ribu hektar per tahun, dengan penyumbang terbesar adalah perkebunan monokultur kelapa sawit. (Dandhy Dwi Laksono).

LEAVE A REPLY