Dubes Denmark apresiasi pengakuan masyarakat adat dalam pengelolaan hutan

0
137

JAKARTA, TERKINI.COM- Pengakuan Negara terhadap legalitas pada masyarakat sekitar hutan untuk dapat mengelola hutan melalui konsep hutan adat dan perhutanan sosial, mendapat apresiasi dari dunia internasional.

Apresiasi ini disampaikan Duta Besar Denmark untuk Indonesia, H.E. Casper Klynge, saat menemui Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Dr. Siti Nurbaya Bakar, Jumat (13/1/2017) di gedung Manggala Wanabakti, Jakarta. Pertemuan ini membahas kerjasama kedua negara, khususnya di bidang lingkungan hidup dan kehutanan.

Dubes Klynge secara khusus menyampaikan penghargaan atas komitmen pemerintah Indonesia, melalui kebijakan pengelolaan hutan adat dan perhutanan sosial. Ia menyebut kebijakan pemerintah saat ini di sektor kehutanan, sangat berarti bagi masyarakat, bahkan lingkungan secara global.

Salah satu aspek penting yang disoroti sebagai tindak lanjut kerjasama dua negara adalah faktor pendidikan masyarakat adat.

“Kebijakan sektor kehutanan ini, telah disesuaikan dengan kearifan lokal adat, meskipun muatan-muatan dasar pendidikan sudah ada dari pemerintah,” kata Menteri Siti Nurbaya, dalam rilis yang dikeluarkan Sabtu (14/1/2017).

Salah satu contoh yang bisa dilihat pada lokasi restorasi ekosistem yang melibatkan masyarakat lokal di Jambi. Hal ini sebagai langkah nyata untuk menjaga serta melindungi habitat bagi 20 persen ekosistem yang masih tersisa di dataran rendah hutan tropis Sumatera. Menteri Lingkungan Hidup Denmark rencananya akan mengunjungi lokasi ini pada bulan Mei mendatang.

Dubes Klynge juga menyampaikan terimakasih atas kepemimpinan (leadership) pemerintahan Jokowi-JK, yang disebutnya sangat kuat dalam mendorong kebijakan lingkungan.

“Beliau memberikan apresiasi atas leadership Bapak Presiden dan Menteri LHK, serta berharap komitmen yang baik ini terus dapat dilanjutkan,” ujar Menteri Siti.

Terkait restorasi gambut, Dubes Klynge menyampaikan bahwa Denmark mengapresiasi agenda restorasi gambut seperti arahan-arahan yang disampaikan Presiden Jokowi.

“KLHK akan merancang beberapa program kerjasama terkait restorasi gambut dengan Denmark, yang nantinya bisa dilaksanakan bersama-sama dengan Badan Restorasi Gambut (BRG), terutama di tujuh provinsi dan empat kabupaten prioritas restorasi sesuai Perpres 1/2016,” ungkap Menteri Siti.

Pada pertemuan ini juga dibahas persiapan Hari Peduli Sampah yang diperingati setiap tanggal 21 Februari. Menteri Siti menjelaskan, untuk peringatan Hari Peduli Sampah pada tahun 2017 ini akan ada aksi peduli sampah secara nasional yang digelar serentak di banyak daerah, dan pusat acaranya akan digelar di Bali.

Pemerintah Indonesia melalui KLHK, jelas Menteri Siti, saat ini telah melakukan penanganan sampah dengan tahapan-tahapan yang disusun secara sistematis.

Merespon hal ini, Dubes Klynge menyatakan Denmark siap memberikan dukungan pada rangkaian kegiatan tersebut serta penanganan sampah secara umum terutama dalam mendukung waste energy.

“‘Untuk kerjasama dalam rangka peringatan Hari Sampah, akan ada beberapa kegiatan kita gelar, dan didukung Denmark dan Norwegia. Khusus untuk penanganan sampah plastik di kawasan pantai, saya terus berkonsultasi kepada Menko Maritim, Bapak Luhut,” jelas Menteri Siti”.

LEAVE A REPLY