Kerugian Akibat Erupsi Sinabung Capai 1,49 Trilyun Rupiah

0
57
Pengungsi Sinabung. Foto : medanmagazine.com.

JAKARTA,TERKINI.CO-
Aktivitas erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumut tetap tinggi. Pada
Sabtu (13/6) terjadi erupsi 6 kali ke arah tenggara sejauh 3 km dengan tinggi
kolom 1-2 km.

Pada malam hari pukul
21.40 Wib, 200 jiwa warga Desa Sukanalu diperintahkan mengungsi. Hingga Minggu
(14/6) terdapat 2.785 jiwa pengungsi. Pengungsi ini berasal dari Desa Guru
Kinayan, Tiga Pancur, Pintu Besi, Sukanalu, dan Berastepu.

Sementara
itu, ada 2.053 KK (6.179 jiwa) warga Sinabung yang tinggal di hunian sementara.
Mereka disewakan rumah dan lahan pertanian oleh pemerintah sejak Juni 2014
hingga sekarang. Mereka berasal dari Desa Sukameriah, Bekerah, Simacem, Kuta
Tonggal, Berastepu, Gamber, dan Kuta Tonggal. Nantinya 2.053 KK ini akan
direlokasi ke tempat yang lebih aman.

Informasi tersebut diperoleh Terkini.co dari Kepala Pusat Data
Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB), Sutopo
Purwo Nugroho. Dikatakan, tidak ada yang tahu sampai kapan erupsi Gunung
Sinabung berakhir.
Dampak erupsi secara
pasti juga sulit dihitung karena erupsi masih berlangsung. Hasil perhitungan
sementara  yang dirlis BNPB, dari
kerugian dan kerusakan akibat erupsi Gunung Sinabung dari 15/9/2013 hingga
akhir 2014 diperkirakan Rp 1,49 trilyun. Kerugian dan kerusakan di sektor
ekonomi produktif meliputi pertanian, perkebunan, peternakan, perdagangan,
pariwisata, perikanan, UKM, dan industri adalah yang paling besar, yaitu lebih
dari Rp 896,64 milyar.

Sedangkan kerugian
dan kerusakan di sektor permukiman Rp 501 milyar, infrastruktur Rp 23,65
milyar, sosial Rp Rp 53,43 milyar, dan lintas sektor Rp 18,03 milyar. Kerusakan
dan kerugian ini belum termasuk dampak akibat lahar hujan. Ada lebih dari 3
juta meter kubik material erupsi yang ada di atas gunung yang dapat meluncur
menjadi lahar hujan.



Sutopo
menambahkan, BNPB telah menyusun rencana aksi rehabilitasi dan rekonstruksi
pasca bencana erupsi Sinabung, khususnya terkait relokasi 2.053 KK. Percepatan
pembangunan juga sedang disiapkan. Keterbatasan lahan yang ada menyebabkan
kesulitan pembangunan relokasi dan lainnya. (Wan)



LEAVE A REPLY