Cerita dibalik aksi simpatik sang Pramugari Garuda

0
193

JAKARTA, TERKINI.COM- Aksi simpatik yang dilakukan seorang pramugari Garuda Indonesia bernama Vera, tengah menggendong penumpang, yakni seorang nenek, kini jadi viral di situs jejaring social media.

Aksi pramugari dalam penerbangan GA 821 Kuala Lumpur-Jakarta, Sabtu (7/1/2017) siang  diketahui dan ramai  dikomentari nitizen, setelah Foto tersebut diunggah oleh Budi Soehardi di media sosial Facebook pada Sabtu (7/1/2017) pukul 19.45.

Vice President Corporate Communication Garuda Indonesia Benny S Butarbutar dalam keterangan tertulisnya menceritakan , kejadian itu berawal dari seorang nenek yang membutuhkan kursi roda untuk bisa keluar dari pesawat.

Benny menuturkan, kejadian tersebut berawal ketika Vera bertugas dalam penerbangan GA 821 Kuala Lumpur-Jakarta, Sabtu (7/1/2017) siang.

Pesawat berangkat dari Kuala Lumpur pukul 12.50 waktu setempat dan tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, pukul 13.55 WIB.

Ketika penumpang sudah keluar semua, terlihat seorang penumpang perempuan lanjut usia masih terduduk di kursi 41C dengan ditemani salah seorang anggota keluarganya. Tanpa menunggu lama, awak kabin Vera, mendatangi penumpang tersebut yang terlihat membutuhkan kursi roda untuk bisa keluar dari dalam pesawat.

Sambil menunggu kursi roda datang, Vera dan sang nenek kemudian terlibat percakapan ringan. Kemudian, diketahui bahwa penumpang yang bersangkutan merupakan anggota rombongan umrah yang akan melanjutkan penerbangan berikutnya.

Setelah menunggu beberapa waktu lamanya, kursi roda belum datang juga, maka Flight Service Manager (FSM) Ninik Septinawati dan pramugari Vera segera menawarkan bantuan untuk dapat secepatnya membantu penumpang keluar pesawat.

Tawaran bantuan itu dilakukan mengingat awak kabin dan penumpang akan melanjutkan ke penerbangan berikutnya.

Menurut Benny,  Vera berinisiatif menawarkan untuk menggendong penumpang lanjut usia itu dari kursi belakang menuju pintu keluar di depan. Kemudian, tanpa menunggu lama, Vera segera memapah dan kemudian menggendong penumpang tersebut sambil didampingi FSM Ninik menuju pintu depan pesawat.

Tak lama kemudian, petugas datang dengan membawa kursi roda yang dibutuhkan. Baik penumpang maupun awak kabin akhirnya dapat melanjutkan tugas dan penerbangan berikutnya.

“Apa yang dilakukan awak kabin Garuda Indonesia merupakan bagian dari standar layanan profesional Garuda Indonesia. Melayani dengan sepenuh hati dan dengan tulus merupakan ciri khas layanan kami. Apa yang dilakukan Vera sebetulnya merupakan bukti dan cerminan kerja profesional. Yang jelas, para awak kabin telah berinisiatif untuk mencari solusi atas situasi yang ada,” tuturnya.

Ia menambahkan, apa yang dilakukan para awak kabin kiranya dapat menjadi contoh positif bagi semua pihak untuk terus meningkatkan pelayanan terhadap pelanggan pada masa mendatang.

Hal itu sesuai dengan penghargaan internasional yang diterima Garuda Indonesia sebagai maskapai dengan pelayanan bintang lima.

Garuda Indonesia pada tahun 2016 mendapatkan penghargaan untuk ketiga kalinya sebagai “World Best Cabin Crew” dari Skytrax. Skytrax adalah sebuah lembaga independen pemeringkat penerbangan yang berkedudukan di London. (KC/TC)

LEAVE A REPLY