Bawang Merah Ilegal Masuk Pasar, DPR Desak Pemerintah Awasi

0
103
Ilustrasi – Pekerja membongkar bawang merah selundupan dari sebuah kapal
yang berhasil diamankan di Dermaga Bea dan Cuka (ANTARA/Septianda
Perdana)

JAKARTA, TERKINI.CO– Anggota
DPR RI Komisi IV Rofi Munawar meminta pemerintah serius dalam mengurusi tata
niaga dan importasi bawang merah, terlebih baru-baru ini ditemukan beredaranya
bawang merah impor Illegal dari Vietnam, Thailand dan Myanmar di Pasar Induk
Kramat Jati, Jakarta yang tidak terdeteksi oleh Pemerintah. 

“Secara prinsip pemerintah
menyatakan belum mengeluarkan kuota impor bawang merah, tapi anehnya di beberapa
pasar induk telah beredar bawang merah impor illegal. Diduga proses importasi
komoditas tersebut dilakukan sejak awal bulan mei, namun ironisnya kondisi
tersebut tidak terdeteksi oleh Pemerintah,” ungkap Rofi Munawar di Gedung DPR
RI (27/5/15). 
Pemerintah menegaskan belum membuka
izin impor bawang merah untuk tahun ini, namun bawang impor dari Vietnam dan
Thailand di Pasar Induk Kramat Jati telah beredar dalam jumlah yang banyak.
Adapun harganya jauh lebih murah dibandingkan dengan harga bawang lokal
(brebes), situasi ini tentu saja akan memukul produksi petani lokal yang saat
ini sedang masuk masa panen. 
“Proses impor bisa dilakukan jika
telah mendapatkan rekomendasi dari Kementerian Pertanian dan izin resminya dari
Kementerian perdagangan. Jika produksi domestik mencukupi sejatinya tidak
diperlukan impor, sehingga pemerintah hanya perlu melakukan manajemen stok dan
stabliitas harga di pasaran,” usulnya.  
Legislator dari Fraksi Partai
Keadilan Sejahtera (PKS) dari Dapil VII Jawa Timur ini menambahkan, temuan
peredaran bawang merah impor illegal menunjukan bahwa koordinasi antar instansi
dan pengawasan lalu lintas distribusi bahan pokok yang dilakukan pemerintah
masih lemah. Seharusnya bawang merah impor tidak dapat masuk melalui pintu
resmi, karena belum ada rekomendasi impor dari kementerian terkait. Bisa jadi
importasi illegal dilakukan melalui perdagangan antar pulau dan lewat pelabuhan
tidak resmi, oleh karenanya harus di investigasi dan ditindak tegas
pelakunya. 
Importasi tersebut setidaknya telah
melanggar UU nomor 10 tahun 1995 tentang kepabeanan sebagaimana telah dirubah
dengan UU No 17 tahun 2006. UU No. 16 tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan
dan Tumbuhan, PP No. 14 Tahun 2002 tentang Karantina Tumbuhan, Peraturan
Menteri Pertanian No. 43 tahun 2012 tentang Pemasukan Impor untuk Umbi Lapis
dan Permentan No. 60/Permentan/OT.140/9/2012 tentang Rekomendasi Impor Produk
Hortikultura.
“Pemerintah harus melakuan
pengawasan dan investigasi terhadap masuknya bawang merah illegal, jika tidak
dilakukan maka akan menjadi preseden buruk di kemudian hari. Dalam kapasitas
ini kita tidak saja hanya mempertimbangkan ketersediaan dan stabilitas pangan,
namun juga keamanan pangan yang masuk, “ tegasnya. 
Seperti diberitakan, di pasar induk
seperti Pasar Kramat Jati harga bawang merah dari Brebes (local) dijual Rp
36.000-37.000/Kg, sedangkan di tingkat pengecer harganya mencapai Rp
38.000-40.000/Kg seperti di Pasar Minggu. Berbeda dengan harga bawang impor
paling murah bisa dijual Rp 15.000/kg hingga Rp 26.000/Kg. 

LEAVE A REPLY