Astra bagi dividen tunai 6,8 triliun

0
97

JAKARTA, TERKINI.COM- PT Astra International Tbk (Astra atau Perseroan) pada hari ini, Kamis (20/4) mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (Rapat atau RUPST). Dalam rapat tersebut telah diputuskan beberapa hal sebagai berikut:

  1. Mata Acara Rapat 1

Menyetujui dan menerima baik Laporan Tahunan untuk tahun buku 2016, termasuk mengesahkan Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris Perseroan, serta mengesahkan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak untuk tahun buku 2016 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan sebagaimana dimuat dalam laporan mereka tanggal 27 Februari 2017 dengan pendapat wajar dalam semua hal yang material.

Dengan disetujuinya Laporan Tahunan dan disahkannya Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris Perseroan dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak tersebut, semua anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan diberikan pelunasan dan pembebasan tanggung-jawab sepenuhnya (acquit et de charge) atas tindakan pengurusan dan pengawasan yang mereka lakukan selama tahun buku 2016, sejauh tindakan-tindakan tersebut tercermin dalam Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak tahun buku 2016.

  1. Mata Acara Rapat 2

Menyetujui penggunaan laba bersih konsolidasian Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2016 sebesar Rp. 15.155.556.514.879,- sebagai berikut:

  1. (1) sebesar Rp. 6.801.236.927.520,- dibagikan sebagai dividen tunai, atau sebesar Rp. 168,- setiap saham, yang akan diperhitungkan dengan dividen interim sebesar Rp. 55,- setiap saham yang telah dibayarkan pada tanggal 21 Oktober 2016, sehingga sisanya sebesar Rp. 113,- setiap saham akan dibayarkan pada tanggal 19 Mei 2017 kepada Pemegang Saham Perseroan yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada tanggal 4 Mei 2017 pukul 16:00 WIB; (2) memberikan wewenang kepada Direksi Perseroan untuk melaksanakan pembagian dividen tersebut dan untuk melakukan semua tindakan yang diperlukan. Pembayaran dividen akan dilakukan dengan memperhatikan ketentuan-ketentuan pajak, Bursa Efek Indonesia dan ketentuan pasar modal lainnya yang berlaku; dan
  2. Sisanya sebesar Rp. 8.354.319.587.359,- dibukukan sebagai laba ditahan Perseroan.
  1. Mata Acara Rapat 3
  1. (1) Menerima pengunduran diri Bapak Michinobu Sugata sebagai Komisaris Independen Perseroan;

(2) Mengangkat:

1. Prijono Sugiarto sebagai Presiden Direktur

2. Bambang Widjanarko Santoso sebagai Direktur Independen

3. Widya Wiryawan sebagai Direktur

4. Johannes Loman sebagai Direktur

5. Suparno Djasmin sebagai Direktur

6. Djony Bunarto Tjondro sebagai Direktur

7. Chiew Sin Cheok sebagai Direktur

8. Gidion Hasan sebagai Direktur

9. Henry Tanoto sebagai Direktur

10. Budi Setiadharma sebagai Presiden Komisaris

11. Sidharta Utama sebagai Komisaris Independen

12. Yasutoshi Sugimoto sebagai Komisaris Independen

13. Anthony John Liddell Nightingale sebagai Komisaris

14. Benjamin William Keswick sebagai Komisaris

15. Mark Spencer Greenberg sebagai Komisaris

16. Jonathan Chang sebagai Komisaris

17. David Alexander Newbigging sebagai Komisaris

terhitung sejak ditutupnya Rapat ini untuk masa jabatan sebagaimana yang ditentukan oleh Anggaran Dasar Perseroan, sehingga dengan demikian susunan anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan berubah menjadi sebagai berikut:

Direksi Perseroan:

Presiden Direktur: Prijono Sugiarto

Direktur Independen: Bambang Widjanarko Santoso

Direktur: Widya Wiryawan

Direktur: Johannes Loman

Direktur: Suparno Djasmin

Direktur: Djony Bunarto Tjondro

Direktur: Chiew Sin Cheok

Direktur: Gidion Hasan

Direktur: Henry Tanoto

Dewan Komisaris Perseroan:

Presiden Komisaris: Budi Setiadharma

Komisaris Independen: Sidharta Utama

Komisaris Independen: Mari Elka Pangestu

Komisaris Independen: Muhamad Chatib Basri

Komisaris Independen: Yasutoshi Sugimoto

Komisaris: Anthony John Liddell Nightingale

Komisaris: Benjamin William Keswick

Komisaris: Mark Spencer Greenberg

Komisaris: Jonathan Chang

Komisaris: David Alexander Newbigging

Komisaris: John Raymond Witt

Komisaris: Adrian Teng Wei Ann

Sehubungan dengan pengangkatan anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan tersebut, memberikan kuasa dengan hak substitusi kepada Direksi Perseroan untuk menyatakan kembali seluruh maupun sebagian keputusan Rapat ini ke dalam akta notaris dan selanjutnya memberitahukan susunan anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan tersebut kepada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia maupun instansi-instansi Pemerintah lainnya, serta melakukan segala tindakan yang diperlukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

  1. 1. memberikan wewenang kepada Dewan Komisaris Perseroan untuk menetapkan gaji dan tunjangan anggota Direksi Perseroan, dengan memperhatikan kebijakan Komite Nominasi dan Remunerasi Perseroan; serta

2. menetapkan, pemberian honorarium maksimum sejumlah Rp1,2 miliar gross per bulan kepada seluruh anggota Dewan Komisaris Perseroan yang dibayarkan sebanyak 13 kali dalam setahun, mulai berlaku terhitung sejak 1 Mei 2017 hingga penutupan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan 2018, dan memberikan wewenang kepada Presiden Komisaris untuk menetapkan pembagian jumlah honorarium tersebut di antara para anggota Dewan Komisaris Perseroan, dengan memperhatikan pendapat dari Komite Nominasi dan Remunerasi Perseroan.”

4. Mata Acara Rapat 4

Memberi wewenang kepada Dewan Komisaris Perseroan untuk:

  1. menunjuk salah satu kantor akuntan publik di Indonesia, yang terafiliasi dengan salah satu dari empat besar kantor akuntan publik internasional dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan, untuk melakukan audit Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun buku 2018; dan
  2. menetapkan jumlah honorarium dan persyaratan lainnya sehubungan dengan penunjukan kantor akuntan publik tersebut.

Presiden Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto mengucapkan terima kasih kepada seluruh stakeholder atas dukungan penuh yang telah diberikan kepada Astra selama 60 tahun berkarya untuk membangun bangsa, sehingga perseroan dapat terus meningkatkan kinerja dari tahun ke tahun dan mampu memberikan dividen tunai sebesar Rp 168 per saham atau dengan total nilai Rp6,8 triliun.

Dalam menyikapi kondisi lingkungan bisnis yang penuh tantangan sepanjang tahun 2016, Astra terus berinovasi dan merintis berbagai terobosan pada portofolio dan proses bisnis serta organisasi, agar dapat menyesuaikan dengan realitas tantangan dan kondisi pasar yang ada. Dengan tetap fokus pada kekuatan Astra dalam hal keunggulan produk, hubungan erat dengan pelanggan, serta inisiatif efisiensi di segala bidang, Astra berhasil membukukan kinerja operasional dan bisnis yang baik pada tahun 2016. (TC)

LEAVE A REPLY