Andi Jamaluddin Jafar: Kader adalah jantung PAN

0
113
Anggota DPR RI dari Fraksi PAN, Desi Ratnasari. Foto : Fraksi PAN.
MAKASSAR.EDITOR.CO.ID- Kader partai politik yang unggulan adalah kader yang selalu
mengutamakan kepentingan bersama dan tidak meninggikan ego pribadi. 
Hal
itu disampaikan oleh Andi Jamaluddin Jafar, Ketua Fraksi Partai Amanat
Nasional (PAN) Sulawesi Selatan, saat menerima kunjungan tim
#KaderBackpacker #SabangMerauke Sulsel, Senin (13/06/2016) lalu.
Berbicara di ruang kerjanya, Jamaluddin membeberkan
sejumlah kriteria kader yang baik. Menurutnya, kader haruslah memiliki
strategi sarang laba-laba.
“Itu stategi jaringan, dimana serangkaian benang yang
menyatu antara satu dengan yang lainnya, dan setiap benang tersebut
mengikat ke benang yang lain, sehingga membentuk formasi seperti jala
yang kuat,” jelas arsitek strategi pemenangan PAN di Sulsel itu.
Artinya, kemenangan kader ditentukan sejauh mana relasi
tersambung dan sekuat apa kekuatan relasi itu. Inilah yang menurutnya
merupakan kunci utama kemenamgan. Tentu saja strategi ini membutuhkan
kerja keras, serta kualitas yang unggul dari seorang kader.
“Kalau dirasa dalam petarungan itu kalah, maka jangan
sesekali maju untuk bertempur. Tiada kata tempur kecuali yakin
kemenangan ada di pihak kita,” ungkap Jamal.
Sulawesi Selatan memang merupakan salah satu basis terkuat
PAN. Terbukti di daerah ini PAN mampu mengantarkan 88 orang kadernya
menjadi duduk di kursi legislatif. Menurutnya, prestasi ini terutama
berkat kerjasama yang baik di struktural DPW PAN Sulsel yang dipimpin
Ashabul Kahfi.
Kepada #KaderBackpacker Jamal menekankan, partai yang
tangguh adalah partai yang mampu memordenisasi dirinya. Sesuai dengan
jargonnya sebagai partai perubahan dan inovasi, maka perubahan terus
dilakukan oleh PAN, baik secara internal di tubuh partai sendiri, maupun
ektsernal yaitu output yang baik sebagai pengejawantahan dari kader
yang berkualitas.
“Untuk mendapatkan ikan yang besar maka perbesarlah kail
dan umpannya. Untuk meraih kemenangan pilkada serentak 2019 mendatang,
maka sempurnakanlah terlebih dahulu kualitas kader yang akan bertarung
nanti,” jelasnya.
Hal itulah, lanjut Jamal, yang membuatnya merasa harus
sangat mengapresiasi inovasi yang dilakukan oleh Badan Perkaderan PAN
dengan mendirikan sekolah politik kerakyatan (SPK). Sebab berjuang
menciptakan kader-kader unggulan serta memberdayakan para kadernya untuk
menciptakan kualitas, memang menjadi tanggungjawab partai. 
“Tanggung-jawab itu merupakan agenda mendesak bagi partai
yang harus diselesaikan. Sehingga pada saat itulah kita akan melihat PAN
akan betul-betul menampakkan cahayanya yang benderang, sebab kader
adalah jantung partai,” ujar Jamal memungkasi dialog dengan Tim
#KaderBackpacker #SabangMerauke di Sulsel. (Miftakhul Rozaq/Khairul
Fahmi)

LEAVE A REPLY