Aksi Bela Islam 505 diperkirakan akan diikuti 3,5 juta orang

0
110

JAKARTA, TERKINI.COM– Umat Islam yang tergabung dalam Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia atau GNPF MUI hari ini kembali menggelar aksi bela Islam yang diberi nama ‘Aksi 505’ untuk mendesak keadilan terkait dugaan penodaan agama yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Aksi akan dimulai dengan salat Jumat bersama di Masjid Istiqlal kemudian dilanjutkan berjalan kaki atau longmarch ke Gedung Mahkamah Agung. Jarak yang ditempuh peserta aksi kira-kira sejauh 1 kilometer.

Sejumlah ulama dan tokoh akan ikut dalam aksi tersebut seperti mantan Ketum PP Muhammadiyah Din Syamsudin, Amien Rais, Aa Gym, Ustadz Zaitun dan para tokoh lainnya.

“Pak Din Syamsudin barusan WA (WhatsApp) siap mendukung bahkan Allah hu akbar dia siap mendukung semoga jadi jihad kita bersama,” kata kata Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI, Ustadz Bachtiar Nasir di AQL Islamic Center, Tebet, Jakarta Selatan seperti dikutip dari Okezone.com.

Selain itu, sambung Bachtiar, beberapa ulama kondang lainnya juga memberikan dukungan aksi yang akan dilakukan pada 5 Mei. “Aa Gym dukungannya juga jelas, Arifin Ilham juga jelas dan konsolidatornya ini Pak Zaitun Rasmin,” ungkapnya.

Menurut UBN sapaan akrab Bachtiar, dalam aksi yang disebut 505 itu meminta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai terdakwa kasus penistaan agama dihukum seberat-beratnya. Hukuman tersebut merujuk Pasal 156 a KUHP.

Aksi GNPF nantinya akan solid, bahkan ia mengestimasi 3,5 juta orang akan turut terlibat dalam aksi simpatik 505. Mereka tidak hanya dari Jakarta, melainkan daerah di luar ibu kota negara tersebut seperti Depok, dan kota atau kabupaten di Jawa Barat lainnya. “Ulama kompak, semua yang kemarin turun di 212 insya Allah masih kompak semua,”ujar Bachtiar.

Polda Metro Jaya sudah mengeluarkan imbauan agar massa unjuk rasa tidak melakukan aksi jalan kaki dari Masjid Istiqlal menuju Gedung MA. Alasannya agar aksi itu tidak mengganggu lalu lintas ibu kota atau kepentingan umum lainnya.

“Jangan melakukan kegiatan yang bertentangan norma hukum. Ada aturan menyampaikan pendapat. Sesuai Pasal 9 Tahun 1998, kita harus pahami semua, jadi masyarakat menyampaikan pesan bisa diterima penerima pesan,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono seperti dilansir dari Viva.co.id.

Pada aksi kali ini Polda Metro Jaya akan menurunkan setidaknya 15.000 personel untuk mengamankan jalannya aksi. Menurut Raden, jumlah tersebut masih bisa bertambah tergantung kondisi di lapangan nantinya. (VV/TC/OZ)

LEAVE A REPLY