Ahok hanya dituntut satu tahun penjara

0
111
Ahok . Foto : dok/rihadin.

JAKARTA, TERKINI.COM- Pada sidang ke 18 kasus penistaan agama di Gedung Auditorium Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menjatuhkan pidana penjara selama satu tahun pada terdakwa kasus penodaan agama, Basuki Purnama atau Ahok.

Menurut penilaian JPU, Ahok terbukti melakukan pidana penistaan dan menuntutnya dengan hukuman penjara satu tahun dengan masa percobaan dua tahun.

Dalam berkas tuntutan setebal 209 halaman itu, jaksa Ali Mukartono menyatakan Ahok terbukti melanggar pasal 156 KUHP tentang pernyataan permusuhan dan kebencian terhadap terhadap suatu golongan.

Pada kesempatan tersebut, Jaksa Ali Mukartono menjelaskan pihaknya mengajukan tuntutan itu setelah mempertimbangkan sejumlah fakta, dan beberapa hal yang meringankan dan memberatkan terkait terdakwa.

Hal yang memberatkan adalah perbuatan yang didakwakan itu meresahkan masyarakat. Sementara yang meringankan, Ahok sebagai gubernur telah melakukan berbagai program pembangunan yang nyata, dan selama persidangan bersikap sopan.

Dalam tanggapanya, Ahok mengatakan dirinya bersama pengacara akan mengajukan pledoi terkait tuntutan JPU tersebut.

Ketua Majelis Hakim Dwiarso Budi Santiarto menjadwalkan sidang berikutnya, Selasa (25/4), dengan agenda pembacaan pembelaan dari pihak Ahok.

Tuntutan tersebut jauh dari harapan berbagai elemen umat Islam menuntut agar Ahok dihukum minimal 5 tahun penjara. “Seharusnya Jaksa menuntut maksimal. Kalau seperti ini akan menjadi presiden buruk. Ujaran kebencian dan penistaan agama bisa-bisa akan bertambah marak. Apakah Jaksa berpihak?,” ujar Koordinator KAHMI Forever, Sujana Sulaiman merespon tuntutan JPU. (TC)

LEAVE A REPLY