Warga Iran mengusung foto-foto Ismail Haniyeh. Foto : Foto: Majid Asgaripour/WANA.
JAKARTA, TERKINI.COM – Kepala Biro Politik Hamas, Ismail Haniyeh, diduga dibunuh oleh dua warga negara Iran yang merupakan anggota unit keamanan Ansar al-Mahdi dari Korps Garda Revolusi Islam, yang direkrut oleh badan mata-mata Israel, Mossad. Informasi ini didasarkan pada laporan dari surat kabar Jewish Chronicle.
Laporan yang diberitakan oleh Anadolu pada Rabu mengungkapkan bahwa dua anggota kelompok yang bertugas mengamankan tamu dan gedung tempat para tamu menginap, memasang alat peledak di bawah tempat tidur Haniyeh. Iran menyadari hal ini setelah pembunuhan terjadi, ketika para penjaga terlihat dalam rekaman kamera keamanan bergerak diam-diam di lorong menuju kamar Haniyeh, membuka pintu dengan kunci, dan memasuki ruangan.
“Tiga menit kemudian para penjaga, yang masing-masing ditawari uang banyak serta relokasi langsung ke negara Eropa utara, terekam kamera dengan tenang meninggalkan ruangan, menuruni tangga menuju pintu masuk utama gedung, meninggalkan gedung, lalu masuk ke dalam mobil hitam,” kata laporan tersebut.
Petugas parkir mengidentifikasi mereka dan membuka gerbang tanpa bertanya apa pun, dan satu jam kemudian mereka dievakuasi dari Iran oleh Mossad.
Mossad memutuskan untuk melanjutkan pembunuhan Haniyeh dan mencari momen yang tepat untuk melaksanakan rencana tersebut. Saat itulah Haniyeh menerima undangan ke Teheran untuk pelantikan Presiden Iran yang baru, Masoud Pezeshkian. Mossad, dengan bantuan unit intelijen 8200 (unit IDF yang bertanggung jawab atas operasi rahasia), menyadap panggilan telepon antara penyelenggara pelantikan dan tamu undangan.
“Ketika Haniyeh mengonfirmasi kedatangannya, Mossad mulai melaksanakan rencananya, melenyapkan Haniyeh di wisma tamu tempat ia biasa menginap selama kunjungannya ke Teheran,” ungkap laporan tersebut.
Ketegangan meningkat di Timur Tengah menyusul pembunuhan kepala politik Hamas Ismail Haniyeh pada 31 Juli di ibu kota Iran, Teheran, dan pembunuhan komandan senior Hizbullah Fuad Shukr oleh Israel di Beirut. Hamas dan Iran menuduh Israel melakukan pembunuhan Haniyeh, sementara Tel Aviv belum mengonfirmasi atau membantah tanggung jawabnya. Iran bersumpah untuk memberikan hukuman keras bagi Israel sebagai balasan atas pembunuhan Haniyeh di wilayahnya.
Kelompok Hizbullah Lebanon juga diperkirakan akan membalas setelah Israel membunuh Shukr dalam serangan udara di pinggiran selatan Beirut pada 30 Juli (AA/TC)