Yang Perlu Diperhatikan pada Awal Bulan Ramadhan

Kolom News Terkini

Menyambut Bulan Ramadhan dengan Doa

Hari pertama bulan Ramadhan adalah momen yang istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Seiring terbenamnya matahari, umat Islam dianjurkan untuk membaca doa istimewa yang mengharapkan keberkahan dan keselamatan dalam menjalani ibadah puasa selama bulan suci ini.

Dalam tradisi Islam, doa memiliki peran penting sebagai ungkapan kesungguhan hati dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sebagaimana disebutkan dalam hadis, Rasulullah mencontohkan kepada umatnya untuk membaca doa ketika waktu maghrib tiba di hari pertama Ramadhan. Doa tersebut berbunyi:

اَللَّهُمَّ سَلِّمْنـِيْ إِلَى رَمَضَانَ وَسَلِّمْ لِـيْ رَمَضَانَ وَتَسَلَّمْهُ مِنِيْ مُتَقَبَّلاً

Artinya: “Ya Allah, antarkanlah aku hingga sampai Ramadhan, dan antarkanlah Ramadhan kepadaku, dan terimalah amal-amalku di bulan Ramadhan.” (Lathaif al Ma’arif, hlm. 264)

Syaikh al Nawawi al Dimasyqi juga menyebutkan hadis yang menerangkan bahwa Rasulullah menganjurkan membaca doa untuk menyambut datangnya hilal awal bulan Ramadhan, yaitu doa:

اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْأَمْنِ وَالْإِيمَانِ، وَالسَّلَامَةِ وَالْإِسْلَامِ، وَالتَّوْفِيقِ لِمَا نُحِبُّ وَتَرْضَى، رَبُّنَا وَرَبُّكَ اللهُ

Artinya: “Allahu akbar, ya Allah jadikanlah hilal itu bagi kami dengan membawa keamanan dan keimanan, keselamatan dan islam, dan membawa taufiq yang membimbing kami menuju apa yang Engkau cintai dan Engkau ridhai. Tuhan kami dan Tuhan kamu (wahai bulan), adalah Allah.” (HR. Ahmad 888, ad Darimi dalam Sunannya no. 1729, dan dinilai shahih oleh Syua’ib al Arnauth dalam Ta’liq Musnad Ahmad, 3/171).

Dalam doa ini terkandung harapan untuk diri sendiri dan umat Muslim lainnya agar diberikan kesempatan untuk menjalankan ibadah puasa dengan baik dan mendapatkan keberkahan dalam setiap amal yang dilakukan.

Tata Cara Berniat Puasa Ramadhan

Salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan pada hari pertama bulan Ramadhan adalah berniat puasa. Niat merupakan kunci sahnya ibadah puasa di mata Allah SWT. Menurut ajaran Islam, niat dilakukan di dalam hati dan dianjurkan juga untuk melafazhkannya dengan lisan agar lebih menguatkan niat dalam hati.

Pada malam hari sejak terbenamnya matahari hingga terbitnya fajar shodik, umat Islam dianjurkan untuk berniat puasa. Tanpa niat yang kuat, ibadah puasa tidak akan sah. Adapun tata cara berniat puasa Ramadhan dapat dilakukan secara khusus, sebagaimana dijelaskan oleh Imam al-Quyubi dari madzhab Imam Syafi’I.

Menurut Madzhab Imam Syafii, bahwa niat puasa Ramadan wajib dilakukan setiap malam. Hal ini karena setiap satu hari di Bulan Ramadan merupakan ibadah mustaqillah (independen), tidak dapat dikaitkan dengan hari sebelumnya atau setelahnya.

Tanpa niat, puasa tak akan sah di mata Allah SWT. Hal ini salah satunya diungkapkan dalam sebuah hadis.

Berikut bunyinya:

مَنْ لَمْ يُبَيِّتْ الصِّيَامَ قَبْلَ طُلُوعِ الْفَجْرِ فَلَا صِيَامَ لَهُ

Artinya: “Barangsiapa yang belum berniat [untuk puasa] di malam hari sebelum terbitnya fajar, maka tidak ada puasa baginya.” (HR Ad-Daru Quthni dan Al-Baihaqi)

Namun untuk antisifasi adanya kemungkinan terjadi kelupaan berniat di salah satu hari dalam bulan Ramadhan maka ada tuntunan tata cara berniat puasa bulan Ramadhan secara khusus, sebagaimana diijelaskan oleh Imam al-Quyubi (ulama dari madzhab Imam Syafi’I) dalam kitab Hasyiah Al-Qolyuby seperti berikut ini:

وَيُنْدَبُ أَنْ يَنْوِيَ أَوَّلَ لَيْلَةٍ صَوْمَ شَهْرِ رَمَضَانَ أَوْ صَوْمَ رَمَضَانَ كُلَّهُ لِيَنْفَعَهُ تَقْلِيدُ الْإِمَامِ مَالِكٍ فِي يَوْمٍ نَسِيَ النِّيَّةَ فِيهِ مَثَلًا لِأَنَّهَا عِنْدَهُ تَكْفِي لِجَمِيعِ الشَّهْرِ

Artinya: “Disunahkan pada malam pertama bulan Ramadhan untuk niat berpuasa sebulan penuh untuk mengambil manfaat bertaklid/mengikuti pendapat Imam Malik pada suatu hari yang terlupa berniat di dalamnya. Karena beliau menganggap niat tersebut mencukupi untuk sebulan penuh.” (Hasyiyah Al-Qulyubi, II/66)

Berikut tata cara niat puasa Ramadhan secara khusus:

  1. Niat di Hari Pertama Ramadhan:
    • Niat puasa untuk satu bulan penuh.
      • “Nawaitu shauma jami’i syahri ramadhani hadzihis sanati fardhan lillahi ta’ala.”
    • Diperkuat dengan niat puasa per harinya:
      • “Nawaitu shauma ghadin ‘an adā’i fardhi syahri Ramadhāna hādzihis sanati lillāhi ta’ālā.”
  2. Niat dari Hari Kedua hingga Akhir Ramadhan:
    • Bacaan doa niat puasa Ramadan:
      • “Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri Ramadhana hadzihis sanati lillahi ta’ala.”

Dengan melakukan niat puasa yang benar dan tepat, serta menyambut bulan Ramadhan dengan doa yang tulus, umat Islam diharapkan dapat menjalani ibadah puasa dengan penuh kesadaran dan keberkahan. Semoga setiap amal ibadah yang dilakukan di bulan Ramadhan ini diterima oleh Allah SWT. Amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *