Pro Kontra Proyek Kereta Cepat JKT-BDG, Ini Respons Istana

Bisnis Investasi Headline Infrastruktur Terkini
Pameran Kereta Cepat Model berfoto di samping miniatur kereta cepat dalam Pameran Kereta Cepat dari China. Foto: Antara

JAKARTA, INVESTING.CO.ID -Pihak Istana Kepresidenan angkat suara perihal pro kontra yang muncul soal kereta cepat (High Speed Train/HST) Jakarta-Bandung yang telah groundbreaking pada 21 Januari 2016 di daerah Walini, Bandung Barat.

Istana menegaskan proyek ini mulai diluncurkan karena telah memperoleh rekomendasi dari menteri terkait seperti Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya.

“Sikap awal pemerintah dalam hal ini Presiden kan memang proyek kereta api cepat ini setelah dia mendapat laporan dari menteri masing-masing. Lalu diputuskan lah untuk meneruskan proyek ini,” Kata Juru Bicara Presiden, Jonan Budi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (27/1/2016), seperti dilansir detik.com.

Istana menilai proyek kereta cepat akan terus dilakukan evaluasi pasca groundbreaking, termasuk masalah pengurusan kelengkapan izin yang saat ini berada di Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Kementerian Lingkungan Hidup Kehutanan (LHK).

“Soal perizinan yang kemudian disampaikan Menteri LHK dan Menhub, itu bisa jalan dalam proses itu bisa jalan, walaupun groundbreaking sudah. Tentu ada evaluasi secara terus menerus yang akan dilakukan oleh Presiden,” tambahnya.

Terkait respons penolakan dan kritik terkait mega proyek kereta sepanjang 142 kilometer (km) ini, Johan menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) tetap menaruh perhatian.

“Kemudian setelah groundbreaking ada suara-suara yang berbeda. Tentu ini masukan buat Presiden ya untuk kemudian menanyakan kembali ke menteri terkait,” sebutnya.

Jonan menampik tudingan yang menyebut perizinan kereta cepat terkesan dikebut dan persiapan seadanya. Ia mengaku HST telah disiapkan sejak jauh-jauh hari.

“Proses ini sebenarnya jangan dimaknai mendadak, yang saya dengar, proyek ini sudah dibicarakan sejak setahun lalu. Termasuk Amdal misalnya, itu kan dibicarakan sejak 6 bulan lalu,” tegasnya.(dc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *